Keterbukaan Informasi Publik di Lampung Masih Rendah

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM — Keterbukan informasi publik di Lampung masih rendah.Kondisi keterbukaan informasi publik di Lampung baru 40 persen atau masih minim dan nilai indeks informasi publik dalam kondisi sedang (72,58).

Hal itu terungkap dalam  Focus Group Discussion (FGD) Keterbukaan Informasi Publik dan Peran Civil Society yang digelar Komisi Informasi Provinsi Lampung di Hotel Tulip Bandarlampung, Selasa (28/9/2021).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Ahmad Alwi Siregar, Kadiskominfotik Ganjar Jationo,Dedy Hermawan (akademisi Unila), Muhammad Fuad ( komisioner KI), Derry Hendriyan ( komisioner KI) dan sejumlah LSM di Lampung.

FGD dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Hak untuk Tahu (Right to Know) se- dunia yang jatuh 28 September 2021.

Menurut Dedi Hermawan, keterbukaan informasi publik merupakan bentuk pelaksanaan good governance. Hal itu sangat bermanfaat mencegah adanya segala bentuk KKN, sebagai pembelajaran lembaga pemerintah dalam merancang kebijakan publik yang berkualitas dan kolaboratif. Mulai formulasi, implementasi, hingga evaluasi kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun, kondisi keterbukaan informasi publik di Lampung baru 40 persen atau masih minim dan nilai indeks informasi publik dalam kondisi sedang (72,58).

Keadaan ini, kata Dedi, disebabkan banyak faktor. Di antaranya peran kepemimpinan daerah belum maksimal, minimnya pemda yang enterpreuner, platform digital belum dimanfaatkan dalam berbagai sektor khususnya ekonomi, perizinan online, debirokratisasi, investasi, dan kesejahteraan rakyat.

Dedi berharap kedepan ada jalan untuk bertemunya pemerintah dengan masyarakat sipil sehingga ke depan bisa mencari solusi untuk keterbukaan informasi publik bisa lebih baik lagi.

Mas Alina

  • Bagikan