Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Ketua Paguyuban Nakhoda Kapal Pulau Sebesi Bantah Pengungsi Ditarik Biaya untuk Pulang...

Ketua Paguyuban Nakhoda Kapal Pulau Sebesi Bantah Pengungsi Ditarik Biaya untuk Pulang Kampung

386
BERBAGI
Ketua Paguyuban Nakhoda Kapal Pulau Sebesi-Canti-Krakatau, Sarmani
Ketua Paguyuban Nakhoda Kapal Pulau Sebesi-Canti-Krakatau, Sarmani

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Paguyuban Nakhoda Kapal Pulau Sebesi-Canti-Krakatau, Sarmani, membantah keras pemberitaan di salah satu media online terkait para pengungsi yang harus membayar dengan biaya sendiri untuk kembali Ke Pulau Sebesi maupun Pulau Sebuku.

Berita tersebut mengutip pemberitaan wartawan rilis.id M. Amir Syaripudin yang menyebut para pengungsi di Lapangan Tenis Indoor Kalianda, terpaksa merogoh kocek sendiri untuk kembali ke kampung halaman mereka di Pulau Sebesi dan Sebuku.

Kepada tim Diskominfo Lamsel, Sarmani menceritakan, permasalahan itu diketahui setelah ia dimintai keterangan oleh Dinas Perhubungan Lampung Selatan melalui sambungan telepon, pada Minggu (6/1/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

BACA: Jenuh di Pengungsian, Puluhan Warga Pulau Sebesi Pulang Kampung

“Saya di telepon oleh Staf Dinas Perhubungan, katanya kami meminta bayaran kepada pengungsi yang ingin pulang. Itu tidak benar, saya juga sudah cek semua ABK tidak ada yang begitu. Spontan mereka pun geram, sudah niat baik membantu pengungsi malah diberitakan ngak benar,”  kata Sarmani di kediamannya, Minggu (6/1/2019).

Sarmani menceritakan, pada hari itu (Minggu), Pemkab Lampung Selatan sudah menyewa 8 kapal motor yang ada di bawah naungannya, bukan enam kapal seperti yang diberitakan media online tersebut.

“Pak Anas (Kadishub Lamsel) yang sewa sama saya, hari itu juga langsung dibayar tunai. Sampai saya harus pulang lagi ke Pelabuhan Canti, karena ABK minta dibayar hari itu juga,” ujar Sarmani.

Sarmani mengatakan, para pengungsi yang dimintai bayaran itu mungkin pengungsi yang bukan (manifes) terdata dari Lapangan Tenis Indoor, dan naik kapal umum di luar kapal yang sudah disewa oleh Pemkab Lampung Selatan.

“Saya pulang ke Sebesi ikut kapal yang terakhir yang disewa sama pemda, jam 12 baru sampai. Kalau ada pengungsi yang naik diluar kapal yang sudah disewa, itu diluar tanggungjawab kami, karena kami sudah dibayar lunas oleh Pemda” kata dia.

“Bisa jadi pengungsi itu menginap di rumah saudaranya bukan pengungsi yang dari Lapangan Tenis Indoor. Begitu dengar ada yang pulang, mereka mau pulang juga. Sedangkan kapal kami sudah istirahat di Pulau Sebesi dan kembali lagi ke Pelabuhan Canti esoknya, jadi mereka naik kapal yang bukan disewa pemda,” tambahnya.

Terkait hal itu, Sarmani  meminta adanya klarifikasi sehingga kerjasama yang baik pihaknya dengan Pemkab Lamsel tidak rusak hanya karena kesalahpahaman.

“Kalau begini caranya kepercayaan masyarakat kepada Paguyuban kami bisa hilang. Kami tidak mau hal itu terjadi, apalagi banyak wisatawan yang sewa kapal datang ke sini (Pulau Sebesi),” kata Sarmani.

TL | Diskominfo Lampung Selatan