Hukum  

Ketua Yayasan Benarkan Adanya Penganiayaan Kepsek MTs Tuma’ninah Yasin kepada Siswa

Ilustrasi (dok shutterstock)
Bagikan/Suka/Tweet:
Ilustrasi

METRO, Teraslampung,com — Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tuma’nina Yasin Kota Metro, Siti Ruqayah Yasin membenarkan dan mengakui adanya tindakan kekerasanterhadap anak didiknya bernama M. Yusuf siswa kelas X MTs yang terjadi dilingkungan sekolah diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah.

“Mungkin dia (Kepala Sekolah) kesal dan khilaf, karena dilingkungan sekolah itu sering terjadi adanya pencurian uang. Yang jelas masalah ini kita sudah serahkan kepada pihak berwajib, dan menunggu hasil proses hukumnya nanti seperti apa,”ujarnya.

Dia menegaskan, bahwa ia tidak membenarkan terjadi adanya pemukulan terhadap siswa yang melakukan kesalahan yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah. Menurutnya, Fajri selain sebagai Kepala Sekolah Madrasah Aliyah (MA), ia juga sebagai Mudir Kepondokan di Pondok Pesantren Tuma’nina Yasin yang mempunyai kewenangan untuk mengawasi seluruh santri dan siswa.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Metro, Qamaru Zaman, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk menyelidiki  dugaan kekerasan Kepala Sekolah dan penjaga sekolah terhadap siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tuma’nina Yasin.

“Tim sudah kami  turunkan dan sudah melakukan pertemuan dengan Kepala Yayasan. Dalam pertemuan itu, tim sudah memberikan pengarahan dan pembinaan agar masalah ini tidak terjadi lagi nantinya,”kata Qamaru, Selasa (3/11).

Qamaru Zaman mengutarakan, mengenai sanksi yang akan diberikan atas tindakan tersebut, pihkany tidak secara langsung memberhentikan oknum Kepala Sekolah tersebut. Karena yang bersangkutan adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai dari Kementerian Agama (Kemenag), ia menyerahkan masalah tersebut kepada yayasan terkait.

“Ya kalau kita tidak punya hak dan wewenang untuk memberhentikan yang bersangkutan dari PNS ataupun dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah,”ujarnya.

Karena masalah ini sedang ditangani dan diproseas oleh aparat penegak hukum setempat, lanjut Qamaru, pihaknya masih menunggu hasil proses hukum yang sedang dijalani oleh yang bersangkutan.

“Kita serahkan ke penegak hukum, karena yang bisa membuktikan benar atau salahnya itu aparat penegak hukum,”terangnya.