Beranda Ruwa Jurai Mesuji Bupati Mesuji Rumahkan Belasan Tenaga Honor yang Malas

Bupati Mesuji Rumahkan Belasan Tenaga Honor yang Malas

200
BERBAGI
Bupati Mesuji, Khamami (tengah), saat meninjau bakal lokasi dermaga di Mesuji Timur, Kamis (7/8). Foto: dok Pemkab Mesuji
JAKARTA, Teraslampung.com – Bupati Mesuji, Khamami, merumahkan 11
orang tenaga honor di Pemkab Mesuji, Jumat (8/8). Sebelas tenaga honor itu
terdiri atas delapan orang tenaga honor di Dishubkominfo, satu orang tenaga
honor di Badan Ketahanan Pangan, dan 2 orang tenaga honor di Bagian Hukum
Setdakab Mesuji. Sebelum dirumahkan, para tenaga honor tersebut dikumpulkan di
ruang aula rumah dinas bupati untuk menerima arahan langsung dari bupati.
“Gaji
sudah kami naikkan menjadi Rp 1 juta, tetapi masih ada saja yang tidak maksimal
kerjanya. Selain itu, jumlah tenaga honor kita sudah terlalu banyak, perlu
dirampingkan jumlahnya, agar tidak terlalu membebani APBD. Jangan sampai uang
rakyat dihamburkan untuk menggaji para pegawai yang malas,” kata Khamami,
Jumat (8/8).
Pemkab Mesuji saat ini sedang gencar merampingkan
jumlah tenaga honor karena jumlahnya terlalu banyak. Yang ‘dipangkas’  terutama tenaga honor yang malas.
Menurut
Khamami, saat ini Pemkab Mesuji mempekerjakan sebanyak 865 tenaga honor. Hal
ini dirasa terlalu banyak, dibandingkan dengan jumlah PNS yang hanya 712 orang.
Kebijakan
tersebut diambil atas beberapa pertimbangan, di antaranya berdasarkan tingkat
kehadiran, loyalitas, tanggung jawab, dan evaluasi kerja. Hal ini sangat
disesalkan oleh Khamami, karena tugas mereka seharusnya melayani masyarakat
tetapi malah hanya ingin memperkaya diri saja.
“Saya
sangat kecewa dengan mereka, yang seharusnya mengabdi untuk membangun
Kabupaten Mesuji yang masih baru ini, tetapi malah bermalas-malasan, jarang masuk,
hanya masuk saat gajian saja,” ujarnya.
Khamami
mengingatkan seluruh tenaga honor, baik pada lingkup Pemkab Mesuji maupun guru
untuk selalu melaksanakan tugas dengan baik, bertanggung jawab, dan menunjukkan
loyalitas pada pimpinan.
“Saya
tidak segan-segan untuk merumahkan tenaga honor yang malas. Evaluasi akan terus
kita lakukan, harus diberikan sanksi yang tegas jika memang ada pelanggaran,
jika tidak nanti pegawai lainnya akan ikut-ikutan juga,” tandasnya. (R/B.Satriaji)
Loading...