Kherlani Berharap Susi Air Beroperasi Kembali di Bandara Serai

  • Bagikan

Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

Bandarlampung—Penjabat  (Pj) Bupati Kabupaten  Pesisir Barat,  Kherlani,  berharap Bandara Serai dapat beroperasi kembali dalam waktu dekat, setelah kontrak dengan maskapai Susi Air habis pada Desember tahun lalu. Harapan tersebut diungkapkan Kherlani pada Kamis (13/3) seusai menghadiri acara Musrenbang Provinsi Lampung.

Menurut Kherlani, keberadaan Bandara Serai sangat membantu Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk memacu pembangunan. Tahun lalu, Bandara Serai sudah beroperasi tetapi karena maskapai Susi Air kontraknya habis pada Desember 2013 maka mereka berhenti beroperasi.

“Tahun 2014 diberhentikan sementara karena Kementerian Perhubungan khususnya  Dirjen Perhubungan Udara akan melakukan tender untuk menentukan maskapai mana yang akan beroperasi di sana,” kata Kherlani.

Kherlani mengatakan tender akan disubsidi  oleh pemerintah pusat melalui Kemenhub. Setelah ada kejelasan dari Dirjen Perhubungan Udara, maskapai yang ditunjuk untuk memenangkan tender   akan beroperasi lagi di Bandara Serai.

“Saya berharap mudah-mudahan bulan Maret maskapai yang ditunjuk melalui tender akan beroperasi kembali di Bandara Serai setelah Desember tahun lalu kontrak Susi Air habis,” kata Kherlani.

Bandara Pekon Serai awalnya masuk ke Kabupaten Lampung Barat. Setelah resmi menjadi daerah otonomi baru dan memisahkan diri dari Kabupaten Lampung Barat pada 25 Oktober 2012, Bandara Serai termasuk aset Kabupaten Pesisir Barat.

Perintisan Bandara Pekon Serai sudah dilakukan oleh Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri sejak beberapa  tahun lalu.

Untuk  beroperasi di Bandara Serai, kabarnya  Susi Air telah memberikan banyak toleransi pada pembahasan rancangan kerjasama antara pihak Lampung Barat dengan Susi Air (sekarang antara Pemkab Pesisir Barat dengan Susi Air). Antara lain syarat 150 jam penerbangan perbulan turun menjadi 100 jam per bulan.

Tarif yang awalnya sebesar Rp1,1Jt diubah menjadi Rp 700 ribu dengan  rute Krui (Pesisir Barat)— Jakarta dan Jakarta—Krui. Dari 12 bangku yang harus di bayar direvisi menjadi 8 bangku per terbang.

  • Bagikan