Beranda Teras Berita Kiat Instan Menjadi Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh Sepanjang Zaman

Kiat Instan Menjadi Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh Sepanjang Zaman

229
BERBAGI
Ahmadun
Yosi Herfanda

Anda ingin menjadi tokoh sastra Indonesia yang dianggap paling berpengaruh? Ini
kiat instan (cukup 10 langkah) yang boleh Anda coba:

1.     
Anda
harus kaya raya dulu, punya banyak cabang usaha, dan tabungan yang angka
saldonya lebih dari 11 digit. Dana Anda ini penting sebagai modal untuk
melakukan “money politic” sastra, membuat media-media sosial, dan “membayar
pendukung” yang sebanyak-banyaknya. Ingat: di tengah-tengah zaman edan sekarang
ini “the power is money”, tidak hanya di dunia politik kekuasaan tapi juga
politik sastra.
2.     
Siapkan
cukup 10 puisi dengan gaya yang harus Anda klaim sebagai khas temuan Anda.
Puisi. boleh dibuat sendiri, boleh pula dibuatkan orang lain jika Anda kurang
mahir menulis puisi, yang penting dengan nama Anda. Boleh Anda sebut “puisi
berita”, “puisi opini”, “puisi sontoloyo”, “puisi kacangan”, “puisi molotov”,
“puisi cacing kremi”, “puisi tangis pilu”, atau apalah, yang penting sebutan
itu Anda anggap baru dan belum pernah dipakai orang.
3.     
Cetak
10 puisi itu menjadi buku kumpulan puisi dalam edisi luks, bagi-bagi secara
gratis, dan promosikan secara besar-besaran di media-media sosial dan media
cetak sebagai puisi temuan baru Anda yang harus dibaca banyak orang.
4.     
Dukung
promosi itu dengan membuat media-media sosial, seperti account di facebook,
twitter, dan blog. Jangan enggan-enggan untuk menyebar sms (pakai mesin sms
dong, biar langsung menyebar dengan sekali pencet) dan katakan bahwa account
twitter Anda itu dalam waktu 10 hari saja telah di-follow oleh 200 juta orang
(hampir sebanyak penduduk Indonesia). Bombas tak apa, kan masyarakat kita
umumnya gaptek dan tak bakal dapat mengecek kebenaran angka follower twitter
puisi Anda itu. Paling di antara mereka akan nyeletuk, “Wah, hebat benar penyair
dadakan itu!”
5.     
Jangan
lupa adakan lomba menulis artikel atau “lomba asal komentar” terhadap buku
kumpulan puisi Anda itu dengan hadiah besar, agar pesertanya banyak, buku puisi
Anda itu akan cepat popular, dan Anda akan dikenal sebagai “penyair dadakan”
yang hebat.
6.     
Minta
pula para sastrawan ternama untuk mengupas buku kumpulan puisi Anda itu. Beri
honor yang super besar untuk tiap pengupas, agar mereka memuji-muji puisi-puisi
Anda, dan enggan untuk mengeritik kejelekannya. Publikasikan kupasan-kupasan
mereka di media-media sosial, bukukan dan sebarkan, agar makin banyak orang
membacanya.
7.     
Siapkan
pula video klip pembacaan puisi Anda, dramatisasi dan film dari puisi Anda.
Tayangkan di tv swasta dengan membeli jam tayang, putar pula di ruang-ruang
pertunjukan dengan mengundang para penyair dan peminat sastra. Jangan lupa
sediakan uang transport yang besar untuk tiap orang yang hadir. Pasti mereka
akan senang dan ikut memuji kehebatan Anda.
8.     
Siapkan
buku tentang “tokoh-tokoh sastra yang paling berpengaruh dunia-akherat sejak
Nabi Adam sampai dunia kiamat (baca: sepanjang zaman) untuk mengukuhkan
kehebatan dan ketokohan Anda. Rekrut tim penyusun dari kalangan sastrawan dan
akademisi sastra “yang mau dibayar untuk menokohkan Anda”. Tentu, nama Anda
harus masuk dalam deretan tokoh di dalamnya, karena itulah tujuan utamanya, dan
Anda harus mengeluarkan dana besar untuk ini. Catut nama lembaga yang
pengelolanya gampang dikibuli, agar buku ini terkesan mendapat dukungan dari
lembaga ternama. Jangan lupa, rekrut pula pengamat sastra Indonesia dari manca
negara yang hanya tahu sedikit tentang sejarah sastra Indonesia, agar tim
penyusun terkesan makin hebat. Meskipun pengamat sastra dari manca negara itu
hanya tampil “bego-bego saja” dalam rapat penyusunan, karena dikiranya Anda
memang penyair hebat terkini yang paling berpengaruh, Anda boleh
membangga-banggakan keterlibatannya saat mempromosikan buku tersebut.
9.     
Cetak
yang bagus dan luncurkan buku “tokoh sastra paling berpengaruh dunia-akherat”
itu dengan mengundang sejumlah akademisi sastra yang lugu-lugu saja, agar buku
itu “selamat” dari kritik pedas. Soal setelah peluncuran muncul kontroversi,
kritik pedas, dan caci-maki, itu urusan belakang. Go a head. Anda dan tim
penyusun cukup pasang gaya “muka tembok” aja. Cukup sesekali saja Anda atau
ketua tim penyusun menanggapi mereka, dan kalau tak tahan bolehlah sesekali
balas mencaci mereka.

10. 
Untuk
mendukung penokohan Anda, siapkan pula buku-buku antologi puisi dengan gaya
yang sama dengan gaya puisi Anda. Pilih penyair-penyair yang gampang
“direkayasa” untuk ditempatkan dan dikesankan sebagai “pengikut” gaya puisi
Anda, agar klaim bahwa Anda merupakan tokoh sastra paling berpengaruh semakin
kuat kebenarannya. Untuk mengepul (mengumpulkan) puisi-puisi mereka, rekrut
penyair perempuan sebagai kepanjangan tangan Anda. Penyair perempuan ini
penting, agar yang diminta puisinya enggan menolak, dan kalau ada yang
keberatan ia tak enggan merajuknya. Sediakan honor yang besar untuk tiap
penulis puisi itu agar mereka lebih bersemangat untuk ikut.
Luncurkan buku antologi puisi ini di
gedung kesenian yang bergengsi. Promosikan pula buku ini di berbagai media, dan
kesankan bahwa para penyair itu adalah para “pengikut” gaya puisi yang Anda
temukan, alias merupakan para pengikut kepenyairan Anda. Kalau muncul juga
kontroversi tentang buku ini, cukup pasang “muka tembok”, dan anggap bahwa kritik-kritik
pedas itu sebagai bukti dari pengaruh Anda. Bereslah urusannya!
Demikian, “10 kiat paling bego” untuk
menjadi tokoh sastra paling berpengaruh dunia-akherat sejak Nabi Adam sampai
kiamat (baca: sepanjang zaman). Bagi yang banyak duit dan sangat ngebet
(kebelet) menjadi tokoh sastra macam begitu, boleh mencoba. Dijamin “cespleng”
(cepat merasa cess dan mendapat kamplengan dari banyak orang).

Loading...