Beranda News Nasional KIP Apresiasi Kemenkes Umumkan 14 Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

KIP Apresiasi Kemenkes Umumkan 14 Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

28
BERBAGI
Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), John Fresly Hutahaen. (Foto: dok metrotvnews.com)

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), John Fresly Hutahaen, mengapresiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang telah mengumumkan 14 Rumah
Sakit pengguna vaksin palsu. Menurutnya, meski sedikit telat, dan sempat menimbulkan kegaduhan di masyarakat, komitmen Kemenkes dalam mengungkapkan penyebaran vaksin palsu di rumah sakit perlu diapresiasi semua pihak.

“Dengan adanya pengumuman tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi berspekulasi terhadap kondisi kesehatan anak-anaknya yang menerima vaksin tersebut,”kata John dalam rilisnya kepada teraslampung.com, Jumat (15/7).

Dikatakannya, Informasi mengenai identitas rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu tersebut, merupakan informasi publik yang wajib diumumkan secara serta merta karena menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak.

“Hal ini sesuai ketentuan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik (SLIP),”ujarnya.

John menegaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, harus segera mengungkap fasilitas dan layanan kesehatan (fasyankes) di Provinsi-Provinsi lainnya yang diindikasikan menjadi wilayah penyebaran vaksin palsu tersebut.

“Wilayah penyebaran vaksin palsu, setidaknya ada di sembilan Provinsi lain harus segera diumumkan. Sebab mereka juga, punya hak yang sama untuk mengetahui fasyenkes mana saja yang menggunakan vaksin palsu di daerah mereka,”tegasnya.

John mengharapkan, saluran media yang digunakan pemerintah dalam mengumumkan informasi, serta merta tentang penyebaran vaksin palsu dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat.

“Informasi ini dapat diumumkan melalui media massa, layanan pesan singkat (SMS), media sosial di internet maupun melalui broadcast message,”jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek telah mengumumkan 14 Rumah Sakit pengguna vaksin palsu dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Bareskrim Polri, Biofarma, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2016) lalu.

Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada fasilitas kesehatan yang sengaja menggunakan vaksin palsu tersebut.

Zainal Asikin