Beranda News Nusantara Kisah 17 Agustus, PLN Beri Bantuan Yohanis Beasiswa Hingga S1

Kisah 17 Agustus, PLN Beri Bantuan Yohanis Beasiswa Hingga S1

536
BERBAGI
Yohanis dan kedua orang tuanya tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Yohanis ke Jakarta karena diundang untuk menyaksikan pembukaan Asian Games 2018 pada Sabtu malam (18/8/2018). Foto: net

TERASLAMPUNG.COM — Setelah kisah heroisme Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, pada upacara peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus, Jumat (17/8/2018) menjadi viral di media sosial, pelajar kelas VII SMP Negeri Silawan, NTT yang pemberani itu kini mendapatkan banjir pujian dan “hadiah”.

Selain diundang Presiden Jokowi untuk menyaksikan pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta, pelajar bernama lengkap Yohanis Gama Marschal itu  juga akan mendapatkan beasiswa dari PT PLN hingga strata 1 ((S1) melalui program PLN Peduli.

Sebelumnya sebuah video merekam aksi heroik Yohanis yang merupakan pelajar SMP di Atambua saat pelaksanaan upacara bendera di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Kabupaten Belu, NTT. Dalam video amatir itu Yohanis memanjat tiang bendera untuk memasang tali tiang yang putus sebelum pengibaran bendera dilakukan, Jumat (17/8).

PLN Peduli merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang salah satunya memberi perhatian khusus pada bidang pendidikan. Sejak video tersebut beredar, PLN segera mendatangi alamat rumah Yohanis dan bertemu kedua orangtuanya, yaitu Victorino Fahik Marschal dan Lorenca Gama, serta mengabarkan bahwa anaknya akan mendapatkan beasiswa pendidikan hingga kuliah S1. Kelak besar nanti, Yohanis bercita-cita menjadi seorang tentara.

Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali mengapresiasi tindakan Yohanis yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan cinta NKRI.

“Aksi Yohanis sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanis menjadi ‘Putra PLN’ dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1,” ungkap Ali.

Yohanis tinggal di Dusun Halimuti, Desa Silawan Kec. Tastim, Kab. Belu. Jarak rumahnya dari kota Atambua sekitar 21 kilometer dan 2 kilometer dari PLBN Terpadu Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Yohanis yang baru berumur 14 tahun ini secara spontan dan lincah memanjat tiang bendera dengan ketinggian 9 meter.

Aksi anak bungsu dari 9 bersaudara ini membuat decak kagum para peserta upacara saat itu, terlebih warga internet yang melihat aksinya lewat dunia maya. Tindakan Yohanis menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan betapa putra bangsa yang tinggal di daerah perbatasan sangat mencintai negaranya.

“Yohanis memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, berani mengambil resiko, membanggakan dan bisa menjadi tauladan bagi generasi muda Indonesia,” kata Ali.

Loading...