Beranda Views Kisah Lain Kisah Pilu Rasilu, Tukang Becak Korban Tabrak Lari yang Dihukum 18 Bulan...

Kisah Pilu Rasilu, Tukang Becak Korban Tabrak Lari yang Dihukum 18 Bulan Penjara

328
BERBAGI
Rasilu, tak kuasa menahan pilu terpisah dari anak istri dan harus menjalani masa tahanan hingga tuntas selama 1,6 tahun. FOTO: Alfian Sanusi
Rasilu, tak kuasa menahan pilu terpisah dari anak istri dan harus menjalani masa tahanan hingga tuntas selama 1,6 tahun. FOTO: Alfian Sanusi|Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Rasilu, (38) penarik becak yang divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon 1 tahun 6 bulan karena menyebabkan penumpangnya meninggal dunia, harus tetap bersabar menjalani masa tahanannya di Rutan Kelas II Ambon sampai dirinya dibebaskan.

Untuk menemui Rasila di Rutan Kelas II Ambon butuh waktu lama, karena harus melakukan berbagai negosiasi dengan pihak Rutan. Kurang lebih sekitar 1 jam Jurnalis Terasmaluku.com, Alfian Sanusi berhasil berbincang dengan  Rasilu dalam bilik rutan berukuran 4×6 pada Kamis (28/2/2019) .

BACA JUGA: Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara Untuk Kakek Pencabul Bocah Di Ambon

Saat tiba di ruangan itu, bapak lima anak itu sedang duduk di kursi dengan wajah yang lesu seperti sedang merenungi nasib dirinya. Dia tak pernah menyangka jika hal itu bisa terjadi padanya. Padahal kedatangannya dari kampung di Buton, Sulawesi Tenggara untuk mengadu nasib di Kota Ambon agar bisa membiayai kelima anaknya untuk  sekolah.

Namun nasib berkata lain. Baru dua bulan di Kota Ambon, ia  sudah tertimpa musibah yang membuatnya mendekam di Rutan Kelas II Ambon. Saat kejadian, Rasilu sedang memuat penumpang dengan becaknya. Nahas, si penumpang terjatuh dan meninggal akibat becak yang dia tumpangi ditabrak mobil yang kemudian kabur. Rasilulah yang harus menjalani hukuman 1,6 tahun yang diputuskan di Pengadilan Negeri Ambon.

BACA JUGA: Dua Bulan Dukcapil Musnahkan Belasan Ribu KTP

“Saya tidak pernah menyangka kejadian ini bisa menimpa saya, padahal pihak keluarga korban sudah memaafkan,” kata Rasilu yang ditemui di Rutan Kelas II Ambon. Saat ini kelima anaknya terancam putus sekolah. Nur Aisyah (13) SMP Kelas 3, Anggun (10) tahun SMP kelas 1, Halija (8) SD kelas 3, La Alif (5), dan Ahmad (1) kelima anak yang bisa jadi tak bisa meneruskan sekolah karena keterbatasan biaya.

Terasmaluku.com

Loading...