Beranda Hukum Kisruh Kader PAN Lampung: Kondisi Korban Memburuk, Tersangka Masih Bebas

Kisruh Kader PAN Lampung: Kondisi Korban Memburuk, Tersangka Masih Bebas

187
BERBAGI
Iwan Indiarto (44) wakil ketua DPD PAN Kota Bandarlampung korban penusukan yang dilakukan tiga pelaku yang juga merupakan kader partai masih tergoleh di RS Bumi Waras akibat luka tusukan yang dialaminya mengalami infeksi.

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Kondisi korban penganiayaan dan penusukan saat pembentukan pengurus DPW PAN Lampung, Wakil Ketua DPD PAN Kota Bandarlampung, Iwan Indiarto (44), hingga kini belum pulih. Bahkan, cenderung memburuk menyusul terjadinya infeksi di bekas lukanya.

Warga Jalan Nusantara, Kelurahan Kota Sepang, Kedaton, Bandarlampung itu pun hingga kini masih tergolek di rumah sakit. Sebaliknya, polisi yang pernah berjanji akan menangkap tersangka, hingga kini belum membuktikan janjinya. Para pelaku pun masih bebas.

Iwan Indiarto saat ditemui Teraslampung.com di Rumah Sakit Bumi Waras Bandarlampung, Rabu (10/6/2015) menuturkan, dirinya sangat menyesalkan kinerja aparat penengak hukum Polresta Bandarlampung yang dinilai lamban dalam menangani tindakan penganiayaan dan penusukan yang dialaminya.

Baca: Rapat Pembentukan DPW PAN Diwarnai Penujahan

Aksi anarkis tersebut terjadi, Senin (1/6) malam sekitar pukul 12.30 WIB lalu di Hotel Amalia yang dilakukanoleh tiga orang, Hiswan Cahya, Ananto dan Irul. Akibatnya, ia mengalami luka tusukan di bagian lengan tangan kanan dan punggung sebelah kiri hingga mengakibatkan luka tersebut mengalami infeksi.

“Padahal kan sudah jelas pelakunya tiga orang itu, saya juga sudah melaporkannya ke Mapolresta pada Selasa (2/6) lalu. Saat saya dimintai keterangan, saya pun melihat kalau dalam berita acara pemeriksaan (BAP) bahwa ada perintah penangkapan terhadap ketiga orang pelaku itu. Anehnya, kenapa hingga saat ini polisi belum juga ada tindakan ada apa dan menangkap mereka,”tuturnya kepada wartawan, Rabu (10/6).

Sementara belum lama ini, sambung Iwan, Selasa (9/6) dirinya mendapatkan informasi dari salah seorang temannya bahwa pelaku penganiayaan, Hiswan, belum ditangkap. Pelaku berada di Hotel Anugrah sedang asik makan dan berkumpul dengan rekan-rekannya. Kalau memang tidak ada tindakan tegas dari pihak Polresta, dirinya bersama kuasa hukumnya dari LBH Pelopor 98 akan segera melaporkan tindakan tersebut ke bagian provesi dan pengamanan (Propam) Polda.

“Ada kabar itu ya saya kaget, sudah jelas dia (Hiswan) pelakunya kok belum ditangkap. Apalagi dia (pelaku) masih saja tetap bebas berkeliaran diluar. Saya berpikir alangkah hebat amat orang ini sampai kebal hukum begini, karena apa yang sudah dilakukannya bersama dua orang temannya, Ananto dan Irul terhadap saya adalah kriminal murni,”terangnya.

Dia mengungkapkan, kejadian penganiayaan dan penusukan tersebut berawal dari pembentukan formatur Sekretaris DPW PAN Lampung yang dihelat di Hotel Amalia, Senin (1/6) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam acara tersebut, korban Iwan Indiarto memfasilitasi dan memboking hotel dalam rapat formatur tersebut.

Dalam pemilihan sekretaris DPW PAN Lampung yakni ada empat kandidat yakni , Hiswan Cahya, Hamrin Sugandhi, Hazizi dan Suprapto. Dari keempat kandidat yang diajukan dalam rapat formatur kepengurusan, Hamrin Sugandhi yang terpilih sebagai Sekretaris DPW PAN Lampung.

Tdak lama kemudian dirinya mendapat kabar bahwa Hamrin dipaksa Hiswan dan Hazizi untuk lengser. Alasannya, Hamrin tidak tepat menduduki jabatan sebagai sekretaris DPW PAN.

“Sekitar pukul 21.30 WIB, Hiswan mendatangi kamar Hamrin dan memaksa meyerahkan jabatan Sekretaris DPW PAN Lampung kepada dirinya. Dia (Hiswan) juga bilang bahwa itu atas perintah dari Ketua Umum Partai Zulkifli Hasan. Karena saya mendengar ucapan itu, kebetulan saya menginap dikamar yang bersebelahan dengan Amrin, lalu saya datangi Hiswan dan Hazizi,” katanya.

Setelah dimarahi oleh dirinya, entah kenapa atau mungkin karena tidak senang kalau jabatan sekretaris tersebut diberikan kepada Amrin. Saat itu juga dia melihat Hiswan, tengah menghubungi seseorang dan tidak tahu siapa yang telah dihubungi oleh Hiswan tersebut.

“Belum lama saya masuk kamar, ada yang menggedor-gedor pintu kamar hotel yang saya tempati dan saat itu saya sedang sholat. Setelah selapas sholat, lalu saya buka pintu kamar tiba-tiba Ananto ini langsung menusuk saya dengan badik karena saya tangkis tusukan itu mengenai pergelangan tangan kanan saya. Hiswan dan Irul juga masuk kedalam kamar langsung memukul dan menedangi saya, lalu saya ditusuk lagi dibagian punggung sebelah kiri setelah itu mereka langsung lari kabur,”tandasnya.

Terpisah, sementara Direktur LBH Pelopor 98, Marwan mengatakan, penunjukkan kuasa hukum tersebut dilakukan oleh pihak korban karena mengingat peristiwa pnusukan sudah sepekan terjadi. Namun pihak kepolisian belum juga berhasil menangkap tiga pelaku, Hiswan Cahya, Ananto dan Irul yang mana ketiga pelaku tersebut notabennya adalah sebagai kader PAN.

“Jadi korban bersama keluarganya datang kekantornya, Sabtu (6/6) lalu dan menunjuk pihaknya selaku LBH Pelopor 98 sebagai kuasa hukumnya. Hal itu dilakukan, untuk melakukan pendampingan terhadap korban dalam kasus penusukan yang dialai oleh korban,”kata Marwan.

Marwan menjelaskan, sebagai kuasa hukunya pihaknya akan segera bekerja dan melakukan pemantauan terhadap proses penyidikan pihak kepolisian. Sesuai dengan keterangan korban, peristiwa penusukan tersebut sudah dilaporkan ke Mapolresta Bandarlampung, Selasa (2/6) lalu dengan nomor laporan polisi : LP/B-2330/V/2015/LPG/RESTA BDL.

“Ya inikan tindakan criminal murni, kami meminta agar pihak kepolisian segera melakukan penangkapan tiga orang pelaku itu dan siap dibalik penganiayaan itu terhadap klien kami. Jika memang kasus ini tidak diproses dan menindak tegas kepada para pelaku, kami akan laporkan kasus ini ke Propam Polda lampung,”jelasnya.

Ditambahkannya, selain itu juga pihaknya akan melakukan pendampingan dengan membuat laporan kepada DPP PAN untuk meminta pertanggungjawaban. Menurutnya, sebab kliennya tersebut juga merupakan kader PAN dimana dalam peristiwa tersebut nyaris kehilangan nyawanya. Kejadian tersebut pada saat digelarnya rapat formatur kepengurusan partai PAN.

“Paling tidak mereka (pengurus partai) mestinya harus bersikap tegas dan memberikan sanksi kepada kadernya yang sudah melakukan tindakan kriminal yang nyaris menghilangkan nyawa orang. Ya kami berharap, pengurus partai ini segera menyerahkan kadernya ke pihak kepolisian,”ungkapnya.

Loading...