Kisruh Pasar Way Halim, Ini Kata Plh Direktur PD Pasar Tapis Berseri

  • Bagikan
Plh Direktur PD Pasar Tapis Berseri, Edy Gulvari.

TERASLAMPUNG.COM — Pelaksana Harian (Plh) Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tapis Berseri Edy Gulvari menjelaskan, kisruh pergantian Kepala Pasar Way Halim tidak perlu terjadi jika kepala pasar yang lama, Masdar Umar, memahami bahwa kontraknya sudah berakhir pada 31 Desember 2020.

“Semua kepala pasar di bawah perusahaan daerah ini adalah pegawai kontrak yang diperbaharui setiap tahunnya. Untuk Kepala Pasar Way Halim kontraknya tidak kami perpanjang,” kata Edy Gulvari  kepada teraslampung.com, Selasa, 24 Agustus 2021.

Menurut Edy Gulvary pihaknya tidak memperpanjang kontrak Masdar Umar berdasarkan hasil evaluasi kinerja eks Kepala Pasar Way Halim.

“Kami melakukan evaluasi semua kepala pasar sebelum kontraknya diperpanjang. Kami lihat kinerja dan hubungannya dengan para pedagang juga. Nah, Masdar ini kinerjanya tidak bagus serta hubungan dengan para pedagang juga tidak baik,” jelas Edy Gulvari

“Saya punya bukti surat dari pedagang yang menagih beberapa barang yang diambil Masdar tapi tidak dibayar. Selain itu ada juga reaksi pedagang yang akan melakukan aksi demo jika Masdar masih jadi kepala dan saya masih punya bukti-bukti yang lain,” tambahnya.

Selain itu, Edy membantah kalau dirinya yang Plh direktur tidak bisa membuat keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak Masdar Umar.

“Dia (Masdar Umar) kan mempermasalahkan jabatan saya yang Plh direktur tapi ini kondisi mendesak dan saya minta persetujuan dewan pengawas untuk tidak memperpanjang kontrak dia. Dewan pengawas setuju ya kita laksanakan keputusan itu,” ujar Edy Gulvari.

Di tempat terpisah eks Kepala Pasar Way Halim, Masdar Umar, mengaku dia diberhentikan secara sepihak dengan alasan tidak pernah masuk kerja. Padahal, menurutnya, dia terkena stroke ringan saat tidak masuk kerja.

“Saya tidak masuk kerja selama tiga bulan karena saya kena stroke ringan,” katanya.

PD Pasar Tapis Berseri Kota Bandarlampung mengelola Pasar Tani, Tamin, Gintung, Way Kandis, Kopri dan Pasar Way Halim.

  • Bagikan