Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kisruh Pengelolaan Parkir Elektronik RSU Ryacudu, Karyawan PT GOS tak Mau Disalahkan...

Kisruh Pengelolaan Parkir Elektronik RSU Ryacudu, Karyawan PT GOS tak Mau Disalahkan Bosnya

203
BERBAGI
Wakil Bupati Sri Widodo didampingi Kasat Pol PP Lampung Utara meninjau kondisi mesin parkir yang kerap dikeluhkan warga, Kamis (27/4/2017).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi –‎ Perwakilan karyawan PT Guardian Oto Solusi (PT GOS) yang mengurusi parkir di Rumah Sakit Umum Ryacudu (RSUR), Kotabumi, Lampung Utara mengaku keberatan dengan sikap PT. GOS yang terus menyudutkan mereka sebagai biang keladi kerusakan mesin parkir di RSUR.

‎”Tentu, kami keberatan dengan tudingan yang dilontarkan oleh pihak perusahaan. Kami tak terima selalu dikambinghitamkan dalam persoalan ini,” kata Khairi Effendi, salah seorang petugas parkir RSUR, Selasa (2/5/2017).

Ia menegaskan, tudingan pihak perusahaan ‎itu sangat tak sangat berdasar karena tak sesuai dengan fakta di lapangan. Kerusakan mesin parkir yang selama ini kerap terjadi sehingga menimbulkan kerancuan dalam penentuan tarif parkir memang sering terjadi‎ selama ini. Bahkan, saat pertama kali digunakan pada medio February silam, mesin parkir itu juga sempat mengalami masalah.

“Bahkan, saat pertama kali digunakan, mesin itu juga sempat rusak. Jadi, sama sekali tak benar jika ‎kamilah yang merusak mesin parkir itu,” tandasnya.

Khairi mempersilakan pihak perusahaan melaporkan persoalan ini ke ranah hukum bilamana pihak perusahaan memiliki bukti yang cukup terkait dugaan mereka. Namun, jika memang tudingan itu sama sekali tak memiliki barang bukti yang cukup, dirinya meminta pihak perusahaan segera mencabut pernyataan ‎mereka.

“Kalau memang sudah punya bukti, laporkan ke Polisi. Saya siap dipenjara kalau memang dugaan itu benar,” tandas laki – laki yang mengaku telah bekerja sebagai juru parkir RSUR sejalk tahun 2006 silam.

Di tempat sama, salah seorang Administrator parkir RSUR, Ratih menuturkan, sejumlah foto yang dijadikan barang bukti dalam dugaan ‘sabotase’ mesin parkir tersebut bukanlan hasil kesimpulan teknisi yang didatangkan oleh PT. GOS. Berbagai foto yang dijadikan sebagai bara‎ng bukti oleh PT. GOS ialah hasil pemeriksaan yang dilakukan olehnya. Saat itu, ia melaporkan kerusakan mesin parkir RSUR kepada teknisi PT. GOS yang ada di Jakarta. Oleh teknisi itu, dirinya mendapat petunjuk untuk memeriksa penyebab kerusakan mesin tersebut.

“Teknisi dari Jakarta itu mengajari saya bagaimana memeriksa kerusakan mesin melalui sambungan telepon. Jadi, foto – foto yang mereka jadikan sebagai barang bukti itu adalah foto hasil jepretan saya (bukan hasil pemeriksaan teknisi),” terangnya sembari menunjukan pengiriman foto – foto tersebut dalam aplikasi What‎sapp.

Perempuan berperawakan mungil ini membenarkan jika mesin parkir yang ada di RSUR kerap mengalami kerusakan. Bahkan, mesin UPS (Uninterruptible Power Supply/penyimpan daya listrik) yang dimiliki oleh PT. GOS telah dua pekan ini rusak dan sedang diperbaiki di Jakarta. Akibat tak adanyya UPS itu, mesin parkir itu tak dapat beroperasi sehingga terpaksa menerapkan tarif normal tanpa kelipatan.

“Mesin parkir itu sering kali rusak kok. ‎Bahkan, mesin UPS untuk parkir ini saja sudah dua minggu ini rusak,” kata dia.

Sebelumnya, PT. Guardian Oto Solusi, perusahaan yang mengelola parkir di Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara mengklaim jika kerusakan mesin parkir mereka disebabkan oleh tangan – tangan jahil oknum – oknum di lapangan. Kerusakan mesin parkir inilah yang menjadi penyebab tidak jelasnya tarif parkir.

‎”Kami punya bukti kalau mesin parkir itu terindikasi sengaja dibuat error oleh oknum di lapangan,” kata Direktur PT. GOS, Mario sembari menunjukan sejumlah foto – foto yang dijadikan barang bukti saat ditemui di depan Mapolres.

‎Berbagai indikasi kecurangan yang mereka temukan, kata Mario lagi, merupakan hasil kesimpulan teknisi mereka setelah memeriksa kondisi mesin parkir yang kerap dikeluhkan warga. Dugaan kecurangan inilah yang menjadi alasan pihaknya mendatangi Mapolres. Mereka ingin berkonsultasi terlebih dulu dengan pihak Polres sebelum melaporkan persoalan ini secara resmi.

Sementara mengenai persoalan tarif parkir yang terindikasi bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2011, Mario yang didampingi Humas PT. GOS sempat berkelit bahwa tarif yang mereka berakukan telah sesuai dan tak berpedoman pada ‎aturan tersebut. Sebab, parkir yang mereka kelola merupakan termasuk objek wajib pajak parkir dan bukan termasuk retribusi parkir.

“Parkir RSUR yang kini diserahkan kepada kami itu termasuk pajak parkir. Jadi, aturannya tetap mengacu pada Perda (Nomor 9 Tahun 2011 Tentang Pajak Parkir) yang mewajibkan perusahaan menyetor sebesar 25 persen dari total penghasilan tiap bulannya,” sergahnya.

Loading...