KKP Gandeng Unila Garap Pengembangan Pesisir Sumatera

  • Bagikan
Mangrove berubah menjadi tanbak udang di Lampung Selatan.
Kondisi hutan mangrove di pesisir Lampung  (Dok Lampung Review)

BANDARLAMPUNG, teraslampung.com–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Lembaga Penelitian Universitas Lampung (Lemlit Unila) untuk menggarap dan mengembangkan daerah di ujung timur Pulau Sumatera.

“Eksplorasi tersebut dilakukan terkait masih rendahnya penanganan daerah pesisir maupun pulau terluar di Lampung,” ujar Ketua Lemlit Unila Admi Syarif, Rabu (1/1).

Admi Syarif mengatakan Unila ditunjuk sebagai lembaga partner atas dasar keberhasilan mengeksplorasi hutan mangrove di Lampung Timur seluas 1.000 hektare. Ke depan, Unila akan memfokuskan diri pada penelitian dan pengabdian masyarakat di wilayah pesisir dan pulau terluar.

Dengan mengeksplorasi wilayah tersebut, menurutnya akan mampu memberdayakan masyarakat sekitar sehingga dapat menaikkan derajat hidup masyarakat.

“Kegiatan ini bisa memberi nilai tambah masyarakat. Sebab, kami akan memberi pelatihan dan pengabdian, sehingga wawasan makin bertambah baik. Mereka dapat mengelola lahannya dengan baik dan hasilnya memiliki harga jual yang tinggi,” kata dia.

Untuk mewujudkan kerja sama tersebut, pihaknya akan melibatkan semua fakultas. Akan tetapi untuk tahap awal, Fakultas Hukum (FH) yang akan turun terlebih dulu. Saat ini FH Unila tengah menyusun peraturan desa (Perdes) setempat sebagai payung hukum yang mengakomodasi kehidupan masyarakat.

Kemudian kerja sama akan dilanjutkan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) dan Fakultas Pertanian (FP). Yakni dengan memberikan pemberdayaan pendidikan dan olah tanah.

Selain itu, peran para peneliti dari mahasiswa Universitas Sriwijaya di Jepang dan Center for Internasional Foresty Research (Clifor) yakni lembaga riset center dari beberapa negara di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sedang bekerja sama juga dilibatkan.

“Salah satu agenda menanam mangrove massal di sana,” paparnya.

Sebelumnya, ia merilis Lampung memiliki perairan laut seluas 24,820 km persegi atau 41,2 persen wilayah Provinsi Lampung, panjang garis pantai 1.105 km. Dengan 130 buah pulau pesisir maupun terluar bisa menjadi tempat obervasi, pendayagunaan, hingga objek wisata.

Untuk argowisata terus dilakukan, jadi pesisir tidak hanya pulau yang sedikit atau tanpa tuan, juga ramai wisatawan. “Itu membuat potensi pulau pesisir dan terluar kita dikenal banyak orang,” urainya.[] Mutiara

Sumber: unila.ac.id

  • Bagikan