Beranda News Nusantara Klaim Sensen Komara Sebagai Rasul, Warga Garut Ditangkap Polisi

Klaim Sensen Komara Sebagai Rasul, Warga Garut Ditangkap Polisi

300
BERBAGI
Sensen Komara (Foto: Liputan6.com)

TERASLAMPUNG.COM — Polres Garut menangkap warga Caringin, Kabupaten Garut,  berinisial H, Jumat (14/6/2019), karena mengklaim bahwa Sensen Komara sebagai rasul dan Presiden.

Menurut Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, H diduga melakukan  penodaan agama dan makar yang dilakukan warga Kecamatan Caringin, Garut itu langsung ditindaklanjuti jajaran Kepolisian Resor (Polres) Garut.

Sejumlah anggota kepolisian langsung diturunkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan kasus tersebut. Hasilnya, kini polisi telah mengamankan seorang warga.

“Bahkan kami telah mengamankan seorang terduga dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Garut,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna di Tarogong Kidul, Garut, Minggu 16 Juni 2019.

Budi mengatakan, warga yang telah diamankan tersebut yakni Hamdani yang merupakan warga Kampung Babakan Limus, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin.

Ia diduga telah melakukan penodaan agama karena secara terang-terangan mengakui bahwa Sensen Komara merupakan rasul yang dipercayainya. Selain itu, Hamdani juga mengakui bahwa Sensen merupakan Presiden Republik Indonesia.

Bahkan menurut Budi, pengakuan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi melalui tulisan tangan dan kemudian disebarkan termasuk kepada lembaga penegak hukum serta pemerintahan di wilayah Kecamatan Caringin.

Selain itu, keyakinannya itu juga dia sebarkan kepada orang lain sehingga dinilai telah melanggar hukum.

Budi menyampaikan, untuk saat ini, warga yang sudah diamankan baru Hamdani. Namun, tak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya yang juga diamankan, termasuk Nara Sopnadi, adik Hamdani yang telah membuat surat pernyataan.

“Kami sengaja mengamankan tersangka karena selain untuk menjalani pemeriksaan, juga untuk mencegah terjadinya hal yang tak diharapkan jika yang bersangkutan dibiarkan tetap berkeliaran di luar. Bagaimanapun perbuatan Hamdani telah menimbulkan keresahan sehingga dikhawatirkan terjadi reaksi warga,” katanya kepada wartawan Kabar Priangan Aep Hendy.

Menurut Budi, kepolisian tak menutup kemungkinan akan kembali memanggil dan memeriksa Sensen Komara selaku penyebar aliran sesat. Sebelumnya, hal itu juga sudah dilakukan dalam kasus yang sama beberapa waktu lalu.

Status kejiwaan Sensen Komara

Budi mengatakan, kasus penyebaran aliran sesat yang menyatakan Sensen Komara sebagai rasul dan salat menghadap ke arah timur sudah berkembang di Garut sejak lama.

Bahkan Sensen Komara pernah menjalani proses persidangan beberapa tahun lalu. Namun, hasil persidangan menyatakan bahwa dia menderita gangguan jiwa sehingga harus menjalani rehabilitasi di rumah sakit jiwa.

“Sejak dulu, kasus ini sudah muncul. Bahkan sudah ada beberapa pengikut Sensen Komara yang divonis. Sensen Komara tak bisa dipenjara karena dinyatakan mengalami gangguan jiwa dan harus direhabilitasi dan itu sudah dilakukan,” ucap Budi.

Warga dan pihak pemerintahan di wilayah Kecamatan Caringin, Garut, dalam beberapa hari terakhir dihebohkan dengan tersebarnya surat pernyataan yang ditulis warga bernama Nara Sopandi, warga Kampung Babakan Limus, Desa Purbayani.

Dalam suratnya, ia menyatakan bahwa Sensen Komara, bagi mereka bukan hanya sebagai rasul dan presiden tetapi juga sebagai imam Negara Islam Indonesia.

Surat tersebut ditulis Nara pada 9 Juni 2019 dan kemudian dikirimkan ke jajaran Muspika Caringin. Kapolsek Caringin, Iptu Sularso membenarkan hal tersebut.

Sejak 2018

Munculnya nabi palsu bernama Sensen Komara menghebohkan Garut sejak 2018 lalu. Heboh nabi palsu berawal dari laporan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Caringin, Garut, terhadap seorang warga bernisial H.

H  membuat surat pengakuan bahwa dirinya bersama keluarga mempercayai Sensen Komara sebagai Rasul Allah. Sensen Komara dianggap rasul dan presiden Negara Islam Indonesia (NII) oleh para pengikutnya.

Dalam beribadah kepada Tuhan (shalat), pengikut Sensen melakukannua dengan menghadap ke timur.

MUI Garut menegaskan bahwa ajaran Sensen sesat. Ditanya apakan dia mengakui diri sebagai rasul, Sensen menajwab dengan dalil-dalil berbahasa Arab. Lantas bagaimana syahadat diajarkan Sensen?

Syahadat yang diucapkan pengikut Sensen juga berbeda dengan syahadat umat Islam. Menurut Sensen, seperti dilansir detik.com, kalimat syahadat pengikut Sensen berbunyi:

“Ashyhadu allaa ilaaha illallah wa ashyhadu anna bapak Sensen Komara bin bapak Bahkar Misbah. Karena kan setiap nabi itu berbeda (syahadatnya).”

Sebelum membuat heboh dengan klaim sebagai nabi, Sensen Komara pada 2012 pernah berurusan dengan polisi karena kasus makar. Kasus itu berawal saat Sensen bersama sejumlah pengikutnya merayakan hari kelahiran Negara Islam Indonesia, 7 Agustus 2011. Sensen kemudian diciduk polisi saat itu.

Pada Juli 2012, Pengadilan Negeri Garut menyatakan Sensen terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan makar dan penistaan agama. Namun perbuatan yang Sensen lakukan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum lantaran berdasarkan hasil medis, Sensen terindikasi mengalami gangguan jiwa.

PIKIRAN RAKYAT | BBS

Loading...