Klarifikasi Berita “Tobas: Mustafa Tidak Ditangkap KPK, Media Diminta Minta Maaf”

  • Bagikan
Taufik Basari dan para pengurus Partai Nasdem Lampung dalam acara konferensi pers di Kantor DPW Nasdem Lampung, Senin (20/2/2018).

Sehubungan dengan judul dan isi berita teraslampung.com:
https://www.teraslampung.com/tobas-mustafa-tidak-ditangkap-kpk-media-diminta-minta-maaf/, saya mengajukan permohonan klarifikasi atas pemuatan judul isi berita yang tidak tepat sebagai berikut:

1. Dalam konferensi pers tadi sore saya tidak menyatakan meminta media meminta maaf.
2. Konteks peristiwa yang saya maksudkan terkait pemberitaan yang salah adalah terkait OTT tanggal 14 Februari 2018, bukan soal penangkapan tanggal 15 Februari 2018.
3. Saya mohon redaksi Teraslampung dapat mengkoreksi judul dan isi berita tersebut sesuai dengan kalimat yang saya sampaikan dalam konferensi pers.

Kalimat lengkap saya adalah sebagai berikut:

Pertama, terkait dengan ketidakbenaran informasi di seputar perkara ini. Pada malam tanggal 14 Februari 2018, beredar pemberitaan media yang tidak benar bahwa Kk Mustafa terjaring OTT, berita ini kemudian disebarluaskan sedemikan rupa, seolah-olah benar.

Faktanya, kemudian ada bantahan dari juru bicara KPK bahwa berita tersebut tidak benar, dan paginya kk Mustafa ternyata hadir pada acara gelar pengamanan Pilkada dalam keadaan sehat wal afiat.

Meskipun selanjutnya proses hukum terhadap kk Mustafa terus berjalan, namun tetap ada satu waktu di mana media telah menulis berita tidak benar dan ketidakbenaran pemberitaan adalah suatu kesalahan berat dalam dunia jurnalistik.

Saya tugaskan kepada Badan Advokasi Hukum atau BAHU Partai NasDem Provinsi Lampung yang dipimpin kk Wahrul Fauzi Silalahi untuk mengkaji secara hukum persoalan ini. Saat ini baru kumparan.id yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan beritanya.

Jika kita ingin menjaga nilai-nilai jurnalistik, kami menunggu itikad baik dari media-media yang telah salah menuliskan berita untuk menghubungi BAHU Partai Nasdem Provinsi Lampung agar kita bersama-sama juga menjaga kebebasan pers dengan tetap mengedepankan etika jurnalistik dan pers yang independen, tidak dititipkan kepentingan tertentu.

Hormat saya,

Taufik Basari

  • Bagikan