Klasika Gelar Diskusi Publik dalam Rangka Memperingati Wafatnya Gus Dur

  • Bagikan
K.H. Abdurrahman Wahid

TERASLAMPUNG.COM —  Kelompok Studi Kader (Klasika) gelar diskusi publik dalam rangka memperingati 9 tahun wafatnya Gus Dur. Acara yang bertema “Menolak Intoleransi Merawat Kebhinekaan” ini akan dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2018 di Cafe Dawiels Jl. Raden Ajeng Kartini No.40, Palapa, Tj. Karang Pusat, Bandar Lampung.

Ahmad Mufid Direktur Klasika mengungkapkan, bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menjaga ingatan kita semua, terutama anak-anak muda.
Bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang didirikan diatas segala macam perbedaan, bukan untuk satu kelompok maupun golongan tertentu. Gus Dur adalah salah satu tauladan dalam merawat Kebhinekaan bangsa Indonesia.

Ahmad Mufid kembali menambahkan, bahwa perlunya menanamkan sikap-sikap toleran ditengah pluralitas bangsa Indonesia. Terlebih menjelang kontestasi politik 2019 dimana maraknya penggunaan politik identitas yang kerap kali memunculkan sikap-sikap intoleran. Hal ini berbahaya, karena dapat memicu konflik komunal ditengah masyarakat.

BACA JUGA:   Rahmat Mirzani Djausal: Pemuda Harus Memiliki Mental Kuat

Dalam kegiatan ini Klasika mengundang seluruh organisasi kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) di provinsi Lampung untuk bersama-sama berdiskusi dalam upaya menangkal paham-paham intoleran yang belakangan ini kembali mencuat. Dengan harapan kerukunan masyarakat dan umat beragama di provinsi Lampung dapat terus terjaga untuk hidup berdampingan dan damai dalam bingkai kebhinekaan.

Para narasumber yang akan menjadi pembicara pada diskusi publik kali ini adalah:
KH. Khairuddin Tahmid (Ketua MUI Lampung)
Padli Ramdan (Ketua AJI Lampung) Een Riansyah (Penanggung Jawab Program Klasika) dan dimoderatori oleh Umar Robani (Jurnalis Duajurai.co).

.com/t/e/teraslampung.com.1193498.js" async>
  • Bagikan