Beranda News Nusantara KM Lestari Maju Tenggelam, Tim SAR Temukan Uang Rp 30 Miliar di...

KM Lestari Maju Tenggelam, Tim SAR Temukan Uang Rp 30 Miliar di dalam Kapal

340
BERBAGI
Penumpang KM Lestari Maju diselamatkan menggunakan perahu saat kapal tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Juli 2018. Dari data terakhir, 25 penumpang tewas dalam kecelakaan ini. Foto: Relawan BNPB/Antara via tempo.co)

TERASLAMPUNG.COM — Di balik musibah tenggelamnya KM Lestari Maju di peraisan Pa’baddilang, Sulawewi Selatan, Selasa lalu (3/7/2018), masyarakat dibuat heboh penemuan uang sebanyak Rp3 miliar di kapal oleh Tim SAR.

Uang itu dibawa penumpang untuk menggaji aparatur sipil negara atau ASN Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam perjalanan menuju kantor Bank Sulsel Selayar.

“Uang dikemas rapi dalam karung sebanyak 7 buah yang masih setia dijaga dua orang staf Bank Sulsel, dan tidak meninggalkan kapal,” kata Andi Ridho, Anggota Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI ) yang turut mengevakuasi, Rabu 4 Juli 2018.

Menurutnya,dalam evakuasi itu dipandu personel Polres setelah seluruh korban selesai dievakuasi ke daratan.

“Setelah semua korban di kapal di evakuasi didarat, barulah kami membantu evakuasi uang Bank Sulsel,” tuturnya.

Ia mengatakan dalam evakuasi dibantu tim Basarnas, Polri, TNI, PMII, POSSI dan masyarakat. Sehingga mereka masih terus melakukan penyisiran untuk mencari adanya kemungkinan korban yang hanyut dan belum dievakuasi.

Kepala Kepolisian Resor Selayar AKBP Syamsu Ridwan mengungkapkan saat ini tercatat sudah 35 orang yang meninggal dan yang selamat 155 orang akibat kandasnya kapal di Perairan Pa’baddilang. “Semua yang meninggal sudah kita evakuasi,” tutur Syamsu.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Umar Septono ikut turun mengevakuasi korban KM Lestari Maju.

“Saat tiba saya langsung menuju ke lokasi untuk memastikan tak ada lagi korban di kapal,” tutur Kapolda Umar Septono dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu 4 Juli 2018.

Saat di lokasi, jenderal bintang dua ini langsung menggendong seorang anak kecil yang kedinginan akibat kapal kandas. Namun sebelum meninggalkan Selayar, Kapolda menyenpatkan diri untuk melayat ke beberapa rumah korban yang meninggal akibat kapal kandas.

Kardus yang Mengapung Berisi Mi Instan, Bukan Uang

Sementara itu, auditor Bank BPD Sulawesi Selatan dalam klarifikasinya, Rabu (4/7/2018) mengatakan gaji Aparat Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan dapat terselamatkan dari kecelakaan kapal tenggelam KM Lestari Maju di perairan Selayar, Makassar.

“Sekedar klarifikasi yang mengapung di laut adalah mie instan bukan uang,” kata Auditor Bank BPD Sulawesi Selatan, Wahyu dalam keterangan persnya di Makassar, Rabu, 4 Juli 2018.

Wahyu mengatakan, uang senilai Rp 30 miliar aman dalam mobil Bank Sulselbar. Hingga kini, dua petugas yang dikirim mengantar uang yakni petugas keamanan dan sopir masih terus berada di kapal bersama mobil uang sebagai wujud tanggung jawab dan amanah yang mereka pegang. Selain itu, kendaraan dan uang semua dalam pertanggungan asuransi.

Dari keterangan yang dihimpun BPBD Sulsel, untuk menghindari risiko yang besar, kapal hanya dikaramkan (tidak tenggelam) dan mobil yang membawa uang juga tidak tenggelam. “Uang masih tersegel dalam plastik uang dan tersimpan peti dan berada dalam mobil yang tertutup (terkunci),” kata Wahyu.

Pernyataan Wahyu menanggapi kabar hanyutnya uang tunai BPD Sulsel bersamaan dengan tenggelamnya KM Lestari Maju. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar gaji dan tunjangan lainnya bagi para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Selayar.

“Benar, ada uang yang ikut dalam pelayaran kapal feri menuju Kabupaten kepulauan Selayar yang tenggelam itu,” ujar Kepala Divisi Treasury BPD Sulsel Irmayanti Sultan di Makassar, Selasa, 3 Juli 2018.

Irmayanti mengatakan uang sebanyak Rp 30 miliar yang diangkut menggunakan mobil boks itu mendapat pengawalan dua orang polisi, satu orang sekuriti, satu orang pegawai Bank BPD Sulsel, serta sopir. “Uang itu untuk digunakan oleh teman-teman pegawai Pemkab Selayar. Uangnya untuk membayarkan gaji pegawai dan lain-lain,” katanya.

Sementara dari data perkembangan kecelakaan KM Lestari Maju pada Selasa (3/7) dan jumlah korban hingga pukul 23.00 Wita tercatat korban tewas sekarang sudah 24 orang, 74 orang selamat, 41 orang masih dicari.

Sesuai manifes jumlah penumpang 139 orang dan 48 unit kendaraan. Kapal tenggelam itu sebelumnya mengalami kerusakan mesin saat akan berlabuh di Pelabuhan Pamatata, Selayar setelah berangkat dari Pelabuhan Bira, Bulukumba sekitar pukul 12.15 WITA pada Selasa lalu.

tempo.co