Beranda Seni Teater KoBer Pentaskan Lakon “Lear” di TBL, Islamic Center Tubaba, dan TIM

KoBer Pentaskan Lakon “Lear” di TBL, Islamic Center Tubaba, dan TIM

359
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Teater Komunitas Berkat Yakin (Kober) Lampung, salah satu grup ternama di Indonesia dari Lampung yang ditunjuk Depdikbud untuk pentas di Pekan  Teater Nasional 208 pada 7 Oktober 2018, berencana menggelar pentas lakon “Lear”  di Taman Budaya Lampung (22 September 2018) dan Islamic Center Tulangbawang Barat (29 September 2018).

Teater Kober dipercaya Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia akan mementaskan “Lear” untuk mewakili Lampung pada even Pekan Teater Nasional 2018.  Dalam acara tersebut akan hadir pula 15 kelompok teater lain dari berbagai daerah di Indonesia.

Edythia Rio Wirawan , pimpinan produksi pementasan “Lear”,  mengatakan pentas di Jakarta pada 7 Oktober 2018 akan digelar di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat

“Sebelum dipentaskan di Jakarta, kami akan mementasan lakon ‘Lear’ di Lampung, yakni di TBL dan Islamic Center Kabupaten Tulangbawang Barat. Pentas di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung pada tanggal 22 September, pukul 16:00 WIB,” kata Edythia,Kamis (20/9/2018).

Sutradara dan pemimpin Teater Kober, Ari Pahala Hutabarat, mengatakan lakon “Lear” merupakan salah satu lakon terkenal di dunua karya Rio Kishida.

Pada penggarapan kali ini,kata Ari Pahala Hutabarat, lakon tersebut diadaptasi. Meski begitu, kata dia,  masih memiliki konteks dengan keadaan sosial politik di Indonesia hari ini.

Ari mengatakan lakon “Lear” menggambarkan ambisi personal manusia terhadap kekuasaan yang pada akhirnya menjadi racun bagi banyak orang bahkan kelompok masyarakat secara luas.

Ari Pahala selaku sutradara pementasan ini mengemas pertunjukan dengan sentuhan warna lokal.

“Berbagai aspek pendukung seperti tari, musik, dan visual pertunjukan menampilkan nuansa budaya lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan pemanggungan. Kosagerak bersumber dari tari lokal nusantara (Tor-tor, Pakarena) dan Lampung khususnya,” kata dia.

Ari Pahala mengatakan, pada pementasan lakon “Lear” yang digarapnya ini akan ditemui  Tari Bedana, Tari Melinting, Tari Sembah, serta silat.

“Berbagai kosagerak tersebut yang semula sudah mapan dalam lokus fungsinya masing-masing diasingkan, dimodifikasi, dan diberi lokus fungsi baru yang kemudian menjadi semacam variasi, digresi, atau metafor dari kisah yang dibawakan,” katanya.

Loading...