Kolcai Lampung Gelar Pameran Lukisan ‘Mata Air’ di Taman Kupu-Kupu Gita Persada

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG —  Komunitas Lukis Cat Air (Kolcai) Cabang  Lampung menggelar pameran bertajuk  “Mata Air” di Aula Taman Kupu-Kupu Gita Persada, Kemiling, Bandarlampung, 12- 9 Januari 2021.

Pameran perdana Kolcai d Lampung ini sekaligus sebagai  peresmian berdirinya Kolcai Cabang Lampung/

Ketua Kolcai Lampung, Lila Ayu Arini, mengatakan pameran ini sebagai gebrakan awal untuk memperkenalkan Kolcai  Lampung yang terbentuk 12 November 2021 lalu.

“Pameran ini digagas untuk memperkenalkan Kolcaoi  Lampung kepada masyarakat sekaligus untuk meningkatkan apresiasi publik pada karya lukis cat air yang selama ini terabaikan. Di Lampung sendiri banyak perupa yang melukis menggunakan media cat air. Harapan ke depannya dengan terbentuknya komunitas lukis cat air ini, bisa mewadahi para pegiat seni lukis dengan media cat air di Lampung dan juga meningkatkan apresiasi masyarakat,” ujar Lila yang juga anggota Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Lampung.

Pameran ini, lanjut Lila, akan menaja 53 lukisan Cat Air karya 21 pelukis Lampung. Antara lain Anshori Djausal , Ari Susiwa M, Alia Larasati, Solahudin , Drajat Kuncoro, Cupa Firstyadi, Esthakaliza Art , Eko Martoyo, Adi Putra, Airyara, Salih Alghifari, Ranu Denali Barsalino, Nur Salim, Lila Ayu Arini, Koliman, Ch. Sapto Wibowo, Wira Alamanda, Raihana, Ariel, Sisna Ningsih, dan Dhea Putri Utami.

Pada kesempatan ini, imbuh, Lila Ayu Arini, juga akan ada peluncuran buku bertajuk Jejak Lukisan Anshori Djausal  yang diterbitkan Ahademi Lapung bekerja sama dengan Penerbit Cipta Prima Nusantara (Semarang).

Buku yang disusun oleh Christian Heru Cahyo Saputro yang dipengantari Iwan Nurdaya-Djafar juga memuat tulisan David (Kurator) dan Aryo Sunaryo (Pengamat Seni Rupa dan Pesketsa. “Buku yang didedikasi untuk kiprah Bang Ans –panggilan karib Anshori Djausal ini juga berisi 70 karya lukisan cat airnya, Bang Ans juga merupakan Ketua Penasihat Kolcai Lampung,” pungkas Lila.

Ketua Komite Seni Rupa DKL Ch Sapto Wibowo, mengatakan, sangat mendukung dengan hadirnya Kolcai Lampung.

Ch Sapto mengatakan, sangat mendukung dan memotivasi hadir dan tumbuhnya komunitas-komunitasa seni rupa di Lampung seperti  Hiperlam (Himpunan Perupa Lampung) , Pemula (Pelukis Mural Lampung), Lampung Wood Craft dan lain-lain.

“Temasuk Kolcai Cabang Lampung yang baru terbentuk. Komite Seni Rupa DKL akan selalu mendukung dan memotivasi komunitas yang ada karena itu berarti turut mengembangkan seni budaya yang ada di Lampung. Komunitas-komunitas ini bisa mewadahi para perupa sesuai genre, sifat, selera kelompok dan kebiasaannya. Harapannya, ke depan banyak muncul kounitas baru yang bisa menjadi komunitas yang mapan, produktif dan mandiri,” tandas Ch Sapto.

Sesepuh Kolcai Lampung, Anshori Djausal, mengataka sebenarnya setiap orang dapat melukis, setidaknya waktu sekolah pernah melukis. Harapannya, tentunya Kolcai akan menjadi ajang berkumpul siapa saja yang ingin mengembangkan diri dalam melukis.

“Di Kolcai  Lampung siapa pun bisa s aling belajar dan mengembangkan diri. Kegiatan melukis melatih banyak hal, terutama sensitivitas, kreativitas , kesungguhan dan rasa senang,” ujarnya.

Sementara perupa senior Ari Susiwa Manangisi mengatakan, melukis cat air, sangat memerlukan kesungguhan, paling tidak harus menguasai sket, menguasai tekhnik aquarel, proporsi dan pencahayaan.

“Untuk itu, saya berpesan untuk para pelukis yang akan menggeluti lukisan cat air, harus memperkuat sket, drawing, dam mengusai tekhnik aquarel. Dengan belajar lukis cat air akan sangat membantu perkebangan skill kita dalam melukis ke depannya,” ujar Ari Susiwa yang juga menekuni lukisan dengan media kopi.

Ditambahkannya, kehadiran Kolcai di Lampung, merupakan impiannya sudah bertahun-tahun silam. “Mudah-mudahan Kolcai Lampung ke depan eksis dan bisa ikut mewarnai dunia seni rupa Lampung. Tentunya, para pelukis dan karya-karyanya juga bisa go national dan go international, “ kata pelukis yang sudah lama menggeluti lukisan cat air ini.

  • Bagikan