Kasus Pasar Smep: Komisi II Segera Panggil Alay

  • Bagikan
Pasar Smep Bandarlampung (ilustrasi)
Bandarlampung,
Teraslampung.com—-
DPRD Kota Bandarlampung
melalui Komisi II segera  memanggil
Pengembang PT.Prabu Artha Ferry Sulistyo atau Alay terkait berlarut-larutnya pembangunan
Pasar Smep. Agenda tersebut dipastikan setelah selesai pembahasan Kebijakan
Umum Anggaran Prioritas Plafond  Sementara (KUA-PPAS).
Ketua Komisi II Poltak
Aritonang mengatakan janji  Direktur utama Ferry Sulistyo alias Alay untuk secepatnya
mengirimkan gambar agar segera di patuhi. Jika Alay kembali mangkir hal itu
akan berakibat permasalahan  pembangunan Pasar
Smep tak kunjung menemui titik temu.
“Akan kita agendakan pemanggilan
Alay setelah selesainya  pembahasan
KUA-PPAS ini,” kata  Poltak, Selasa
(14/10).
Menurut dia, pemerintah
kota (Pemkot) Bandarlampung  sudah
memberikan batas waktu kepada pihak pengembang pada bulan Desember mendatang. Pihaknya
pun akan berkoordinasi dengan eksekutif melalui dinas  pasar setempat guna mengawasi pembangunan
pasar tersebut.
“Informasi yang kita
dapat dari dinas pasar ,  mereka berjanji
segera menyerahkan gambar, dan itu harus segera di lakukan,”ujarnya.
Disinggung terkait akan
mangkir kembali pihak pengembang dari deadline yang ditentukan eksekutif, Poltak
belum bisa memastikan pihaknya masih menunggu penyerahan gambar yang akan di
serahkan oleh pengembang.
Selain itu lanjut
Poltak, Komisi II merasa kesulitan dengan belum di serahkannya Memori of
Understanding (MoU) oleh Dinas Pasar Kota Bandarlampung.
“MoU nya saja belum
diserahkan,nanti kita minta lagi dengan dinas pasarnya,” tegasnya.
Menanggapi pendapat
sejumlah kalangan yang mengatakan Komisi II enggan untuk memanggil Alay, Poltak
berdalih pihaknya akan kembali untuk menjalin komunikasi dengan Alay.
“Kalau sampai  Desember
nanti kita konfirmasikan ke dinas pasar dan ternyata gambarnya belum
diserahkan, nanti kita akan komunikasikan dengan Alay. Kalau soal memanggil
Alay nanti kita panggil.  Enggak ada itu
kalau Komisi II takut memanggil Alay,” jelasnya.

Rifky/Lina

  • Bagikan