Komite Senirupa DKL Taja Pameran Sumatera Art Show#1

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM — Komite Senirupa Dewan Kesenian Lampung (DKL) bakal menaja pameran Sumatera Art Show#1. Pameran bertajuk  “Aku dalam Lanskap” yang dikuratori Sudjud Dartanto ini bakal dihelat 20 Okt – 20 Nov 2021 mendatang.

Ketua Komite Senirupa DKL Ch.Sapto Wibowo mengatakan, pameran kali ini karena situasi pandemi Covid -19 bakal digelar secara virtual melalui link www.komitesenirupadkl.id .

Menurut Sapto, pameran ini terbuka bagi perupa Sumatera dan undangan yang mewakili provinsi sesuai dengan domisili sesuai KTP peserta.

“Tidak ada batasan media dalam bentuk dua dimensi dengan tetap memperhatikan arahan teknis,” terang Ch. Sapto.

Sedangkan persyaratan lainnya, rinci Ch Sapto, peserta yang akan mengikuti pameran harus melampirkan foto diri dan foto karya (Format JPEG dengan resolusi 700 KB), beserta keterangan lengkap data karya, salinan kartu identitas diri (KTP), penjelasan karya, biodata seniman (CV), beserta pengalaman pameran bidang seni rupa. “ Peserta harus mengirmkan narasi tertulis paling banyak 500 kata dalam file word yang berisi konsep yang terkait tema ,” ujar Ch Sapto mengingatkan.

Karya yang diusulkan atau akan diikutsertakan, imbuh Ch Sapto, bisa berupa karya terbaru atau karya yang dibuat minimal dalam dua tahun terakhir dan masih menjadi milik pribadi seniman.

“Seluruh materi pendaftaran yang dikirimkan harus dimasukkan ke dalam satu file (ZIP atau RAR) dengan diberi keterangan sebagai berikut: Nama seniman-Tahun lahir-Provinsi asal (contoh: Satria-1985-Lampung. Sedangkan format penamaan file foto karya: Nama seniman-judul karya-medium-dimensi karya-tahun pembuatan (contoh: Satria-Pergi-Cat minyak di atas kanvas-100x150cm2015.) Format penamaan file CV (Biodata seniman): Nama seniman-CV (contoh: Satria-CV). Sedangkan Format penamaan file deskripsi karya: Nama seniman-deskripsi karya-Judul karya (contoh: Satria-deskripsi karya-Tidur . “File dikirimkan melalui email dengan mencantumkan keterangan peserta (namatanggal lahir-provinsi asal),” rinci Ch Sapto.

Sapto mengatakan karya yang dikutsertakan peserta berupa karya dua dimensional maksimal ukuran 100 cm x 150 cm. Format foto karya untuk seleksi, JPEG dengan resolusi 700 KB. Data keikutsertaan seleksi Pameran Sumatera Art Show dikirim melalui alamat e-mail: sumateraartshow@gmail.com

Mekanisme Seleksi

Sementara itu, sekretaris panitia pameran Sumatera Art Show #1, Lila Ayu Arini mengatakan, mekanismenya seluruh peserta akan diseleksi pertama berdasarkan kelengkapan syarat keikutsertaan. Sedangkan untuk seleksi akan dilakukan oleh Tim dan Sudud Dartanto selalu kurator pameran Sumatera Art Show #1. “ Peserta terpilih akan diumumkan secara terbuka di akun Facebook Dewan Kesenian Lampug, IG Dewan Kesenian Lampung secara Virtual via whatshapp ,” terang Lila.

Calon yang terpilih akan akan menjadi peserta pameran dan masuk dalam e-katalog Pameran Sumatera Art Show #1 dan mendapatkan sertifikat.

Lila juga mengingatkan, aplikasi pameran terbuka dari 15 Juli hingga 15 September 2021 .Sedangkan seleksi kurasi bakal dilakukan dari tanggal 20 – 25 September 2021. “Pengumuman hasil kurasi 27 September 2021. Kemudian berlanjut dengan proses pembuatan Portal Pameran Daring dari 7 – 29 September 2021. Selanjutnya pembukaan pameran diaangsungkan pada 20 Oktober 2021 . Pameran Sumatera Art Show #1 akan dilangsungkan 20 Okt – 20 Nov 2021,” terang Lila.

Kalau ada yang belum jelas tentang Pameran Sumatera Art Show #1 bisa mengontak Narahubung: Bunga Ilalang: 0831 6043 8518 dan Lila Ayu Arini: 0812 6460 4645.

Bingkai Kuratorial “Aku dan Landskap”

Kurator Pameran Sumatera Art Show #1, Sudjud Dartanto, mengatakan, pameran ini mengundang para perupa untuk menghadirkan karya-karya terbaiknya mengenai ungkapan renungan dan pemikirannya mengenai lanskap. Menurut Sudjud Dartanto,k urasi pameran ini ingin membuka kembali wacana tentang lanskap yang belakangan ini kurang mendapat tekanan dan perhatian kuat dalam medan seni rupa Indonesia.

“Dengan dihadirkannya pameran dengan tema “Aku dalam Lanskap” ini kita akan melihat ulang sejauh mana kesadaran dalam melihat lanskap dalam sejarah representasi lanskap hingga lanskap pada hari ini,” ujar Sudjud.

  • Bagikan