Beranda Seni Teater Komite Teater DKL Gelar Festival Monolog 2017

Komite Teater DKL Gelar Festival Monolog 2017

333
BERBAGI
Festival Monolog DKL

TERASLAMPUNG.COM — Komite Teater Dewan Kesenian Lampung (DKL) menggelar Festival Monolg 2017. Festival bertajuk Festival Monoton atawa Monolog Sing Ditonton ini akan ditaja di Graha Mahasiswa, Universitas Lampung, 7 – 10 September 2017 mulai Pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Menurut Iskandar GB dari Komite Teater DKL, kegiatan ini bertujuan menciptakan generasi muda teater yang kreatif, inovatif, memiliki kepekaan dan kemampuan untuk menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat dengan teater sebagai media penggemparannya.

“Ini ibarat sebentuk ruang yang tepat untuk menguji atau meningkatkan kemampuannya, menyediakan saluran kreativitas dan kesadaran yang barangkali macet oleh rutinitas,” ujarnya, Selasa (5/9/2017).

Menurut GB, Festival Monolog yang terbuka untuk umum ini, akan menghadirkan dewan juri derkulitas yang terdiri dari Iswadi Pratama (Sutradara dan Direktur Artistik Teater Satu Lampung), Ari Pahala Hutabarat (Sutradara dan Direktur Artistik Kober), dan Edy Samudera Kertagama (Sutradara Teater Kuman dan Anggota Komite Teater DKL).

Festival yang menyediakan hadiah jutaan rupiah ini menyajikan naksah pilihan antara lain; Hati yang Meracau (Edgar Allan Poe), Aeng (Putu Wijaya),Merdeka (Putu Wijaya), Bara di Hamparan Salju (Osman Saadi), Perempuan Pilihan (Iswadi Pratama) dan Clara (Seno Gumira Aji Darma).

Ketua Bidang I DKL, Hari Jayaningrat mengatakan, Festival Monolog DKL 2017 ini, diharapkan bias menjadi ajang temu karya dan silaturahmi seniman teater di Lampung dan Indonesia.

“Ini merupakan salah satu wujud kontribusi Komite Teater DKL bagi perkembangan seni dan pemikiran di Lampung. Belasan puluhan pementasan monolog berkualitas akan disajikan dalam event ini,” papar Hari.

Sementara itu, Ketua Umum DKL Yustin Ficardo, berharap kegiatan dapat mendorong perkembangan teater ke arah yang lebih baik. Pertunjukan-pertunjukan ini menjadi bukti kesungguhan insan teater dapat dipertanggungjawabkan.

“Even ini sekaligus bisa menjadi hiburan yang berkualitas bagi masyarakat Lampung khusunya kaum muda,” ujar Yustin.