Beranda News Anakidah Kompak Jualan Narkoba, Ayah dan Anak Dibekuk Polisi

Kompak Jualan Narkoba, Ayah dan Anak Dibekuk Polisi

404
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Aparat Unit Reserse Kriminal Polsekta Telukbetung Selatan meringkus bapak dan anak, Agus Sunaryo (42) dan Aldi Putra Pratama (19), tersangka pengedar sabu-sabu, di rumahnya, Jalan Ikan Sembilang, Kelurahan Sukaraja, Telukbetung Selatan, Sabtu (29/4/2017) lalu sekitar pukul 05.00 WIB.

Kapolsekta Telukbetung Selatan, Kompol Listiyono Dwi Nugroho mengatakan, petugas menangkap tersangka Agus dan Aldi karena terlibat tindak pidana narkotika, keduanya ditangkap saat berada di rumahnya.

“Tersangka Agus dan Aldi ini adalah ayah dan anak, kedua tersangka mengedarkan sabu-sabu,”ujarnya, Senin (1/5/2017).

Dari penggeledahan di rumah kedua tersangka, kata Listiyono, disita barang bukti berupa tiga paket kecil plastik klip bening sabu-sabu, seperangkat alat isap sabu (bong) dan satu buah pirek yang masih terdapat sabu sisa pakai.

Listiyono mengutarakan, penangkapan bapak dan anak tersangka pengedar narkoba tersebut, merupakan sudah menjadi target operasi (TO) petugas dan rangkaian digelarnya Operasi Anti narkotika (Antik).

“Tersangka bapak dan anak ini, saling mengisi dalam menyuplai sabu-sabu kepada pemesannya. Keduanya juga saling membantu dalam jual beli sabu-sabu tersebut,”ungkapnya.

Menurutnya, tersangka Agus tahu kalau anaknya Aldi ini, menjual dan memakai sabu-sabu. Begitu juga sebaliknya, Aldi mengetahui bahwa bapaknya Agus menjual dan konsumsi sabu-sabu.

“Jika ada pemesan yang akan membeli sabu ke tersangka Agus, tapi sabu itu sedang habis. Maka Agus akan minta ke anaknya Aldi, untuk memberikan barang haram miliknya itu,”terangnya.

Listiyono menjelaskan, tersangka bapak dan anak tersebut, sudah sejak dua bulan terakhir mengedarkan dan mengkonsumsi sabu-sabu. Bahkan Agus dan Aldi, sering mengkonsumsi barang haram tersebut bersamaan di rumahnya. Kegiatan keduanya menjual dan konsumsi narkoba, tidak diketahui istri atau ibu tersangka.

“Satu paket kecil sabu-sabu, dijual kedua tersangka sebesar Rp 150 ribu. Alasan tersangka menjual barang haram tersebut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,”jelasnya.

Dikatakannya, saat ini kasusnya masih dikembangkan, untuk mengungkap pemasok barang haram tersebut yang sudah diketahui identitasnya.

Loading...