Beranda Hukum Kriminal Komplotan Pembobol ATM Diringkus Tekab 308 Polres Tanggamus

Komplotan Pembobol ATM Diringkus Tekab 308 Polres Tanggamus

695
BERBAGI
Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma didampingi Waka Polres, Kompol Andik Purnomo Sigit menunjukkan barang bukti hasil kejahatan yang disita dari tiga tersangka spesialis pencurian modus ganjal ATM
Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma didampingi Waka Polres, Kompol Andik Purnomo Sigit menunjukkan barang bukti hasil kejahatan yang disita dari tiga tersangka spesialis pencurian modus ganjal ATM

Zainal Asikin |Teraslampung.com

TANGGAMUS — Komplotan pembobol uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) diringkus Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus dan Polsek Pringsewu Kota dilokasi dan waktu berbeda, pada 17 Agustus 2018 lalu.

Mereka adalah Epriyanto alias Epi (41), warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang; Nofriansyah alias Ian (41), warga Pekon Sukarame, Kecamatan Talang Padang dan tersangka memiliki alamat lain yakni Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandarlampung; kemudian Dedi Darmawan (34), warga Pekon Banding Agung, Kecamatan Talang Padang dan tersangka memiliki dua alamat lain yakni Sukarame, Bandarlampung dan Cilegon, Banten.

“Ketiga tersangka yang ditangkap ini merupakan spesialis pelaku pencurian modus ganjal mesin ATM lintas Provinsi. Petugas menangkap ketiganya dilokasi berbeda, taklama setelah mereka melakukan aksi pencurian,”kata Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma didampingi Waka Polres, Kompol Andik Purnomo Sigit, Jumat 24 Agustus 2018.

Dikatakannya, awalnya, petugas menangkap tersangka Epriyanto alias Epi di rumahnya di Pekon sinar banten, Kecamatan Talang Padang, pada Jumat 17 Agustus 2018 lalu sekitar pukul 00.30 WIB. Hasil pengembangan, kembali menangkap tersangka Nofriansyah saat berda di depan gang rumah mertuanya di wilayah Sukarame, Bandarlampung dan tersangka Dedi Darmawan ditangkap saat berada di daerah Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandarlampung sekitar pukul 14.00 WIB.

“Dari penangkapan ketiga tersangka, disita sejumlah barang bukti berupa satu buah kartu ATM BRI milik Marni, satu kartu ATM Bank Mandiri berisikan uang hasil kejahatan, 16 buah kartu ATM berbagai bank, dua patahan tusuk gigi, gergaji besi dan uang tunai Rp 26 juta,”ujarnya.

AKBP I Made Rasma mengungkapkan, ketiga tersangka tersebut, melakukan aksinya di mesin ATM BRI di Indomart Jalan KH Gholib, Pringsewu Barat dan ATM BRI di Indomart Jalan Jenderal Sudirman, Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, pada Rabu 15 Agustus 2018 lalu. Korban dari aksi pencurian bobol ATM itu adalah, Ubi Handayani (32) seorang PNS dan Hj. Marni (69) IRT, keduanya warga Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu.

Dalam aksinya, lanjut, AKBP I Made Rasma, para tersangka menentukan target mesin ATM yang berada di sebuah Minimarket. Lalu mereka (tersangka), mengganjal lubang mesin kartu ATM menggunakan tusuk gigi. Modusnya, berpura-pura menawarkan bantuan kepada korban saat ATM korban macet atau tidak bisa melakukan penarikan tunai di mesin ATM tersebut.

“Dari keterangan ketiganya, selain beraksi di beberapa wilayah di Lampung, mereka juga kerap melakukan aksinya itu di wilayah Tangerang, Banten. Saat ini, kasusnya masih diilakukan pengembangan untuk mengungkap adanya pelaku dan TKP lainnya,”ungkapnya.

AKBP I Made Rasma mengutarakan, saat melakukan aksinya, ketiga tersangka memiliki peran yang berbeda. Tersangka Dedi Darmawan, yang bertugas menawarkan bantuan kepada korban saat kartu ATM tersebut macet dan tersangka menukar kartu ATM bank yang sama milik korban dengan ATM palsu yang sudah disiapkan tersangka.

Setelah tersangka Dedi mendapatkan kartu ATM milik korban, lanjut AKBP I Made Rasma, tersangka Nofriansyah berpura-pura akan menarik tunai dengan mendekati korban untuk mengintip nomor PIN ATM korban. Bersamaan dengan itu, tersangka Epriyanto yang berperan mengalihkan perhatian kasir Minimarket dengan membeli pulsa dan rokok.

“Setelah mendapatkan kartu ATM dan PIN korban, ketiga tersangka langsung pergi dari Minimarket tersebut dan menarik tunai uang korban di tempat mesin anjungan ATM lain menggunakan kartu ATM milik korban,”terangnya.

Akibat perbuatannya itu, ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun.

Loading...