Opini  

Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Bagikan/Suka/Tweet:

Oleh: Aulia Fitri Khairina
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung

Era digital merupakan perkembangan kehidupan masyarakat dalam segala aspek kehidupan menjadi lebih mudah dengan adanya teknologi yang semakin berkembang pesat. Kehidupan baru pada masyarakat ini munculnya teknologi canggih seperti jaringan internet, perangkat digital, atau platform digital, media sosial yang memudahkan segala aktivitas dan pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari di mana pun dan kapan pun.

Teknologi ini menjadi buah hasil  ilmu pengetahuan yang semakin mendapatkan tempat yang nyaman dihati para penikmatnya. Selain berpengaruh pada masyarakat sendiri, digitalisasi juga berpengaruh pada pembangunan yang memiliki tantangan besar di era digital ini terutama bagaimana menggerakkan partisipasi masyarakat untuk menyukseskannya.

Pembangunan merupakan usaha besar-besaran untuk mempercepat proses transisi sosial budaya yang dirancang dengan rencana-rencana yang disusun dengan sengaja secara khusus dan dengan perkembangan dari berbagai macam teknologi pada era digital ini banyak mengakibatkan perubahan disegala bidang baik dibidang industri hingga pendidikan.

Perubahan yang terjadi dalam pembangunan dikehendaki adanya perubahan kearah lebih baik atau lebih maju dikeadaan digitalisasi ini. Peranan komunikasi dalam pembangunan ini sangat dibutuhkan dan harus dikaitkan dengan arah perubahan yang terjadi. Perubahan dalam beberapa program pembangunan dan kebijakan pemerintah memerlukan dukungan dari masyarakat agar tidak mengalami hambatan dan tertunda akibat minimnya komunikasi yang terjadi antara pemerintah dengan masyarakat terkait program pembangunan yang dilakukan tersebut.

Pada zaman sekarang percepatan pembangunan di beberapa negara condong berpengaruh pada partisipasi masyarakat. Pembangunan bertautan dengan matra sosial, khususnya modal sosial yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi prinsip-prinsip yang melandasi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan sosial suatu negara. Negara-negara yang dikategorikan sebagai high trust societies, menurut Francis Fukuyama, cenderung memiliki keberhasilan ekonomi yang mengagumkan. Sebaliknya,  low trust societies cenderung memiliki kemajuan dan perilaku ekonomi yang lebih lamban dan inferior.

Menurut Fukuyama,  pembangunan  merupakan proses yang penekanannya pada keselarasan antara aspek kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah. Jika dilihat dari segi ilmu komunikasi yang juga mempelajari masalah proses, yaitu proses penyampaian pesan seseorang kepada orang lain untuk merubah sikap, pendapat dan perilakunya.

Pembangunan pada dasarnya melibatkan minimal tiga komponen. Yakni komunikator pembangunan, yang terdiri atas aparat pemerintah ataupun masyarakat; pesan pembangunan, yang berisi ide-ide atau pun program-program pembangunan; dan komunikan pembangunan, yaitu masyarakat luas, baik penduduk desa atau kota yang menjadi sasaran pembangunan.

Pembangunan di Indonesia  harus bersifat pragmatik yaitu suatu pola yang membangkitkan inovasi bagi masa kini dan yang akan datang. Dalam hal ini tentunya fungsi komunikasi harus berada di garis depan untuk mengubah sikap dan perilaku manusia Indonesia sebagai pemeran utama pembangunan, baik sebagai subjek maupun sebagai objek pembangunan.***