Beranda Pendidikan Komunitas Dakocan Berbagi Tips Mendongeng yang Baik bagi Para Orang Tua

Komunitas Dakocan Berbagi Tips Mendongeng yang Baik bagi Para Orang Tua

567
BERBAGI
Iin Mutmainah berbagi tips mendongeng

TERASLAMPUNG.COM — Dongeng merupakan salah satu media yang efektif untuk menanamkan nilai kepada anak. Untuk itu dibutuhkan pemahaman yang tepat agar orang tua dapat mendongeng dengan baik.

Itulah salah satu simpulan workshop mendongeng yang diselenggarakan Gramedia dalam gelaran Children Fantasia bekerjasama dengan Komunitas Dongeng Dakocan di Area Bazar Buku Gramedia Bandarlampung, Rabu (4/5).

Pada  kesempatan itu, pasangan maestro dongeng Iin Mutmainah dan Ivan Sumantri Bonang berbagi tips dan pengalaman mendongeng, Suami istri berlatar belakang seni yang sudah belasan tahun mendongeng bersama tim Komunitas Dakocan itu mendedahkan sejumlah tips kepada para orang tua agar anak-anak suka dongeng, Juga, agar para orang tua bisa mendongeng yang menarik sehingga anak-anaknya betah mendengarkan dongeng.

Menurut Iin, dalam mendongeng, bagaimana pendongeng memberi makna kepada kata itu menjadi kunci penting

“Dongeng hanya sebagai metode, bagaimana kita menanamkan nilai lewat teknik dan pemilihan cerita yang tepat, itu yang lebih penting. Demikian penekanan koordinator kreatif Komunitas Dongeng Dakocan, Iin Muthmainnah dalam sesinya. Imajinasi penting sebagai pemantik kecerdasan anak. Dongeng mengajarkan itu,” kata Iin.


SIMAK: Iin Mutmainah, Maestro Dongeng dari Kemiling

Untuk mendongeng dengan baik, kata Iin, salah satunya adalah pendongeng harus memahami bahwa pada dasarnya anak-anak suka  cerita, suka  diajak bernyanyi, dan bermain.

“Nah, dalam mendongeng, mengajak anak menyanyi dan bermain itu penting. Tinggal bagaimana orang tua menyesuaikan dengan gaya yang pas dengan usia anak-anak,” kata Iin.

Soal cerita untuk bahan dongeng, menurut Iin, hal itu  tergantung pada usia anak-anak. Semakin rendah usia, semakin simpel cerita yang diberikan. Orang tua dapat memilih dari banyak cerita yang ada.

Ivan  Bonang dalam workshop dongeng di Gramedia Bandarlampung

Menurut Iin, anak berusia 2 – 7 tahun sebaiknya dipilihkan bahan dongeng dengan contoh-contoh konkret atau nyata. “Sebab, anak usia 2-7 tahun masih dalam tahap pra-operasional konkret. Janganlah dengan banyak kata-kata yang abstrak. Contoh hal konkret, misalnya bagaimana memakai sepatu kiri-kanan, dan sebagainya,” kata Iin.

Untuk siswa SD, kata Iin, anak sudah bisa diberi cerita abstrak yang menumbuhkan daya khayal. Misalnya ceritaMalin Kundang.

“Untuk anak-anak usia  SMP lebih ke cerita inspirasi, misalnya cerita tentang tokoh Albert Einstein,” katanya.

Iin mengatakan, soal  gimik, yaitu teknik muncul atau awal bercerita juga penting dalam mendongeng. “Gimik  penting untuk membangun ketertarikan anak agar larut dalam cerita,” kata ibu empat anak itu.

Ivan Sumantri Bonang, manajer Komunitas Dakocan, mengatakan selama hampir 15 tahun Dakocan berdiri, salah satu permasalahan yang kerap ditanyakan adalah mencari dan memilih cerita.

Menurut Ivan, banyak orang tua dan guru yang bingung mencari cerita. Itu sebabnya, Ivan mengaku workshop ini juga dijadikan momen bagi Dakocan memperkenalkan website yang berisi cerita dengan alamat www.dakocan.org

“Siapa saja bisa mengambil cerita-cerita  yang ada di website  ini. Kebanyakan cerita yang ada, berupa cerita rakyat daerah Lampung. Hal ini juga untuk melestarikan lagi budaya dan kearifan lokal yang ada,” katanya.

Rani dari Gramedia mengatakan, workshop mendongeng digelar untuk menyambut Hari Pendikan Nasional. Menurut Rani, tema Children Fantasia sendiri dipilih dalam melihat fenomena masyarakat saat ini, khususnya anak-anak, agar kembali menikmati imajinasi dan bermain.

Bagi Dakocan sendiri, kegiatan ini sebagai bagian dalam mendukung Pekan Pendidikan Indonesia, -merayakan pendidikan selama bulan Mei bersama puluhan komunitas pendidik dan non pendidikan yang tergabung di Pesta Pendidikan se-Indonesia.

Pesta Pendidikan merupakan inisiatif dari page fb Komunitas Guru Belajar, yaitu komunitas pendidik untuk berdiskusi dan berbagi praktik cerdas pengajaran dan pendidikan yang diinisiasi oleh Kampus Guru Cikal

Loading...