Beranda Ruwa Jurai Tulangbawang Barat Komunitas Republik Sastra Tulangbawang Barat Terbentuk

Komunitas Republik Sastra Tulangbawang Barat Terbentuk

237
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM –– Kabar gembira buat warga Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung terutama anak-anak, para pegiat dan penyuka seni sastra. Sekelompok pemerhati dan pegiat seni telah bermaklumat mendirikan Republik Sastra Tubaba,yang dibidani oleh Dewan Kesenian Tubaba.

Dalam perjamuan seni yang digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Tubaba pada Minggu malam, 23 September 2018 sekira pukul 23:48 WIB mereka membaiat Maryanto sebagai Presiden Republik Sastra Tubaba dengan didampingi Elia Sunarto selaku Perdana Menterinya.

Ketua Harian Dewan Kesenian Tubaba, Ansyori membenarkan terbentuknya Republik Sastra Tubaba lahir terinspirasi dari hasil kunjungan budaya Dewan Kesenian Tubaba ke Batam beberapa hari lalu.

Ketua Umum Dewan Kesenian Tubaba yang juga adalah Wakil Bupati Tubaba, Fauzi Hasan berharap hadirnya Republik Sastra Tubaba mampu mendorong tumbuhnya geliat berkesenian di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai.

“Kita akan siapkan panggung seni, anak-anak membutuhkan ruang buat berkreasi. Bisa kita gelar sebulan sekali terbuka untuk umum,”kata Fauzi Hasan.

Sementara itu Maryanto yang diangkat sebagai Presiden Republik Sastra Tubaba berharap kelahiran komunitas baru ini bisa mendapat dukungan masyarakat luas.

“Melalui kesenian kita turut bergerak membangun dan memperkenalkan Tubaba kepada pihak luar,” ujarnya.

Perjamuan seni kelahiran Republik Sastra Tubaba di Rumah Dinas Wakil Bupati tersebut dimeriahkan oleh pembacaan puisi oleh sejumlah peserta yang hadir. Dalam kesempatan itu pula, Fauzi Hasan selaku Ketua Umum Dewan Kesenian Tubaba menerima 3 buah buku yang disampaikan langsung oleh penulisnya, yaitu; kumpulan cerpen Surat dari Prahadan kumpulan puisi Cinta Malam dan Dongeng Kopi oleh Elia Sunarto dan novelKetika Ikan-Ikan itu Pergi oleh fajar Mesaz.

“Ini kabar gembira buat anak-anak Tubaba, kehadiran komunitas Republik Sastra Tubaba merupakan akselerasi mimpi kami mewujudkan Kabupaten Layak Anak,” kata Elia Sunarto.

Masih menurut Ketua LPA Tubaba, melalui kegiatan inovatif seperti inilah upaya-upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak dari klaster pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya dapat tercapai.

Loading...