Beranda Teras Berita Konferensi CEAPAD: Perlu Konsolidasin Demokrasi untuk Perdamaian Timur Tengah

Konferensi CEAPAD: Perlu Konsolidasin Demokrasi untuk Perdamaian Timur Tengah

219
BERBAGI

Bambang Satriaji/Teraslampung.com

Presiden SBY (dok Presiden RI)

Jakarta–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  menegaskan isu Palestina menjadi faktor penting yang harus diselesaikan untuk mempertegas hubungan antarnegara di kawasan Timur Tengah (Timteng) dan negara lain di dunia. Presiden SBY meyakini hanya dengan mengonsolidasikan kehidupan demokrasi perdamaian di kawasan tersebut bisa terwujud.

“Saya meyakini bahwa kita dapat belajar dari satu sama lain dalam mengonsolidasikan kehidupan demokrasi kita,” kata Presiden SBY, saat membuka Konferensi ke-2 Kerjasama Antarnegara Asia Timur untuk Pembangunan Palestina atau CEAPAD di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Sabtu (1/3) pagi.

Menurut Presiden SBY, konsolidasi demokrasi diperlukan untuk memfasilitasi peluang yang lebih besar bagi rakyat Palestina guna aktif berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negaranya.

Presiden SBY juga mengingatkan bahwa Timur Tengah harus bisa bebas dari senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya. Hanya dengan itu situasi kawasan tersebut bisa berangsur lebih baik.

“Dunia saat ini tengah menganjurkan kepada negara-negara di wilayah tersebut untuk bernegosiasi guna membuat semacam kesepakatan. Jika kedamaian tercapai, Timteng akan terlihat sebagai wilayah yang makmur sehingga bisa berkontribusi pada perbaikan kondisi perekonomi global. Bangsa-bangsa lain di dunia juga ingin melihat negara-negara di Timteng sebagai negara yang bersatu, peduli, serta saling menyayangi satu sama lain,” kata SBY.

SBY mencontohkan pengalaman Indonesia di kawasan ASEAN. ASEAN, menurut SBY, telah membuktikan upaya berkelanjutan yang dilakukan selama beberapa dekade bisa membangun kawasan yang lebih stabil dengan landasan saling percaya.

Presiden berharap Timteng dapat segera berdamai dengan negara-negara sekawasan dan negara lainnya. Sebuah kawasan dimana negara-negaranya bisa menikmati politik yang stabil dan saling bekerjasama satu sama lain.

Selain di Palestina, konflik di Timteng juga terjadi di Suriah, Libia, Mesir, Tunisia, dan Aljazair yang dalam proses transformasi pemerintahannya.  Sebab itu, Presiden SBY mengaku gembira karena dalam Konferensi ke-2 CEAPAD ini hadir pula perwakilan dari negara-negara Timteng. Mereka sudah berpartisipasi sejak tahun 2008. Tahun lalu bahkan 60 delegasi Palestina juga hadir.

Loading...