Beranda Teras Berita Konflik Antarwarga di Timika Gunung Terus Berlanjut

Konflik Antarwarga di Timika Gunung Terus Berlanjut

437
BERBAGI
ilustrasi (blogspot.com)

Timika, Teraslampung.Com—Dua kelompok warga yang terlibat bentrok, terkait penggunaan lahan di kawasan jalan trans Nabire Timika Papua yang sudah berlangsung sejak awal Februari lalu,  hingga kini masih terus berlanjut.

Di wilayah Jayanti, distrik Kuala Kencana Timika Papua, Kamis  (13/3) sekitar pukul 07.00 WIT, nyaris kembali pecah. Beruntung aparat kemanan gabungan  TNI– Polri yang tiba di wilayah konflik, langsung mengeluarkan tembakan gas air mata ke arah kelompok atas agar mundur dan tidak melakukan penyerangan.

Konflik di wilayah ini sepertinya belum ada tanda tanda untuk mengakhiri pertikaian. Sebab, setelah penarikan seluruh personil gabungan TNI- Polri pada Rabu (12/3), salah satu kubu yang  tidak mau menerima kembali menyerang ke kelompok kampung bawah bawah yang di dominasi warga Suku Dani.

Tampak kelompok warga atas, yaitu Suku Moni—tepatnya di wilayah Jembatan Kampung Timika Gunung—yang dilengkapi dengan panah mulai memancing kelompok masyarat kampung  bawah  untuk memancing dan mengajak aksi saling serang.

Namun situasi itu langsung dilerai oleh aparat keamanan yang berada di tengah-tengah perbatasan antara kedua kelompok yang terlibat pertikaian.

Karena mulai mendekati wilayah batas yang telah ditentukan, aparat kepolsian dari Den A Jayapura langsung meminta massa untuk mundur. Massa baru berhasil dipukul mundur setelah aparat keamanan mengeluarkan tembakan gas air mata ke kumpulan massa yang hendak menyerang.

Meski berhasil dipukul mundur dan situasi kembali kondusif , 139 personel gabungan  yang ditempatkan di wilayah itu tetap bersiaga.

Dua kelompok ini memperbutkan batas wilayah tanah. Akibat pertikaian ini, sudah 8 orang meninggal: 2 di antaranya terkena peluru tajam saat aparat gabungan melakukan penyisiran.

Sementara puluhan warga lainnya terluka, satu dia ntaranya adalah anggota Brimob terluka akibat terkena panah saat bertugas menghalau kedua kelompok yang terlibat aksi saling serang. (isb)

Loading...