Konflik Golkar, Heru Sambodo Tantang Alzier dan Aburizal Bakrie

  • Bagikan
Heru Sambodo
Heru Sambodo

Teraslampung.com — Pelaksana tugas Ketua DPD I Partai Golkar Lampung, Heru Sambodo, tidak terlalu merisaukan pemecatan dirinya sebagai kader Partai Goljar. Menurut Heru, rapat pleno dan konferensi pers yang digelar Alzier Dianis Thabranie, Minggu (29/3/2015) tidak perlu ditanggapi serius.  Bahkan, ia menantang Alzier Thabranie dan Aburizal Bakri untuk kembali mengeluarkan surat pemecatan untuk dirinya.

“Sebab, SK (pemecatan) itu tidak sah dan tidak berlaku lagi pascadisahkannya kepemimpinan Agung Laksono pada 23 Maret 2015 lalu. Tak perlu ditanggapi surat itu tidak sah dan tidak berlaku lagi, karena yang diakui dari Menkumham saat ini adalah kepengurusan Agung Laksono,” kata Heru, Minggu (29/3/2015).

Heru mengaku sudah mengetahui perihal surat pemecatan tersebut. Menurutnya SK pemecatan tersebut sengaja tanggalnya dimundurkan menjadi 17 Maret sebelum SK Menkumham dikeluarkan 23 Maret lalu.

“Kenapa dibuat tanggal 17 Maret? Surat itu sebenarnya baru, tetapi tanggalnya dimundurkan karena mereka takut diberi sanksi menggunakan surat mengatasnamakan Partai Golkar setelah dikeluarkannya surat Menkumham. Sebab secara administrasi setelah pengesahan Menkum HAM tersebut tidak boleh lagi ada surat mengatasnamakan Ketum dan Sekjen,” tegasnya.

Anggota DPRD Kota Bandarlampung itu menantang pihak Aburizal Bakrie dan Alzier Dianis Thabranie agar mengeluarkan SK pemecatan terbaru, dirinya juga akan melaporkan ke pihak berwajib terkait pemecatan tersebut.

“Saya akan laporkan mereka ke pihak berwajib, karena sudah melakukan tindakan melawan hukum, dimana di situ mereka membawa nama DPP PG yang sudah dinyatakan tidak memiliki kewenangan lagi.

Menurut Heru, sekarang ini yang diakui dan terdaftar di Menkum HAM itu adalah kepengurusan Ketua DPP Agung Laksono dan Sekjen Zainudin Hamawi.

“Jadi mereka itu tidak boleh lagi memakai kop surat DPP PG, dasarnya apa?, karena di dalam surat Menkum HAM kepemimpinan ARB itu sudah tidak berlaku lagi,” tegasnya.

Heru menegaskan, dirinya  tidak akan terpengaruh sama sekali oleh SK pemecatan atas dirinya. “Langkah kita ke depan kita akan maju terus pantang mundur berjuang membela yang benar, bukan yang bayar,” katanya.

Ariftama

  • Bagikan