Beranda News Budaya “Konspirasi Suci” Juara Pertama Lomba Puisi Esai 2013

“Konspirasi Suci” Juara Pertama Lomba Puisi Esai 2013

150
BERBAGI

R. Usman/Teraslampung.com

Para pemenang bersama Dewan Juri

Jakarta–Puisi esai “Konspirtasi Suci” karya Burhan Shiddiq dari Bandung terpilih sebagai juara pertama Lomba Puisi Esai yang digelar Jurnal Sajak tahun 2013.

Hal itu dikatakan Isbedy Stiawan ZS, dari Jakarta, Selasa (24/6) malam. Sastrawan Lampung yang juga wartawan di Teraslampung.com turut menghadiri pengumuman dan penyerahan hadiah sebagai juara dalam lomba yang ditaja Jurnal Sajak.

 Isbedy mengatakan, Ketua Dewan Juri Agus R. Sarjono saat mengumumkan para pemenang di Pisa Kafe Mahakam, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (24/6), menjelaskan puisi dari sarjana S2 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini menyisihkan 888 peserta.

Dikatakan Agus, Lomba Puisi Esai Tahun 2–2013, diikuti jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, yakni hanya 428 peserta. “Ini peningkatatan sangat signifikan bagi penulisan puisi esai dari tahun ke tahun, sehingga mengukuhkan Jurnal Sajak untuk kembali menggelar lomba serupa secara berkesinambungan,” kata mantan Redaktur Majalah Sastra Horison ini.

Puisi “Konspirasi Suci”, dikatakan Agus R. Sarjono, berkisah tentang dunia batin seorang homo dalam lingkungan gereja. “Puisi yang menurut saya amat menarik, membongkar ‘sesksualitas’ tak lazim justru dilakukan di dalam gereja,” katanya.

Kemudian juara kedua diberikan kepada puisi esai “Balada Cinta Upiak dan Togar” karya Riduan Situmorang (Medan, Sumatera Utara), dan juara ketiga adalah “Cerita Duka dari ‘Negeri Keratuan Darah Putih'” karya Isbedy Stiawan ZS (Lampung).

Selain itu, lanjut Agus R. Sarjono, dewan juri juga menetapkan 10 puisi esai terbaik dan 12 puii esai menarik. Puisi-puisi para pemenang dibukukan dalam enam judul buku, yang diluncurkan pada penerahan hadiah bagi pemenang.

Para pemenang pertama, kedua, dan ketiga mendapatkan hadiah uang sebesar Rp12,5 juta, Rp10 juta, dan Rp7,5 juta. Sedangkan 10 puisi terbaik masing-masing mendapatkan uang Rp2 juta dan sertifkat.

Agus R. Sarjono dalam pengantar para pemenang menjelaskan, Lomba Puisi Esai ini diseleksi dalam dua tahap. Penjurian tahap pertama terdiri atas Elza Peldi Taher, Jonminofri Nazit, Ahmad Gaus, Novriantoni Kahar, dan Ahmad Syubbanuddin Alwy.

Pada tahap kedua, Dewan juri terdiri dari Agus R. Sarjono, Acep Zamzam Noor, dan Jamal D. Rahman, sekaligus menetapkan 12 puisi esai menarik, terbaik, dan 3 puisi esai juara.

“Untuk menetapkan puisi terbaik memang berat sehingga harus ekstra hati-hati,” kata Agus lagi.

Sementara Joko Pinurbo dalam mengantar ketiga puisi juara pada antologi puisi bertajuk Konspiras Suci menuturkan, ketiga karya dari ketiga penyair ini menunjukkan bahwa puisi esai dapat dianggap sebagai bagian dari upaya menjelajahi kemungkinan lain dalam dunia penulisan sastra.

“Dalam puisi esai, misalnya, sebuah tema bisa digali lebih dalam dan ditelisik dari berbagai sisi, membuka cakrawala pikiran yang lebih luas,” kata penulis buku puisi Celana Dalam ini.

Menyinggung puisi esai “Konspirasi Suci”, dikatakan Joko Pinurbo, kerangka utama puisi ini adalah dialog di kamar pengakuan dosa. Dalam dialog itu terlontar pertanyaan-pertanyaan dan pernyataan-pernyataan kritis dan tajam yang sudah barang tentu memerlukan pembacaan yang dingin dengan pikiran yang dewasa dan teerbuka.

“Ada berbagai soal mengenai cinta dan dosa yang berkelindan, menimbulkan kecamuk yang tak mudah diurai,” paparnya.

Puisi esai jura pertama ini, mengisahkan seorang pastor di dalam gereja yang melakukan homoseksual dengan anak-anak altar di Vatikan.

Acara pengumuman dan penyerahan hadiah bagi pemenang ditutup dengan  pidato kebudayaan oleh Franz Magnis Suseno melalui pidatonya “Tantangan bagi Pruralisme Indonesia”.

Berikut ini 10 penulis puisi esai terbaik
1. Ahmad Ijazi
2. Angga Trio Sanjaya
3. Beni Setia
4. Damiri Mahmud
5  Faried Januar
6. Mashuri
7. Nun Urnoto El Banbary
8. Sri Wintala Achmad
9  Wendoko
10.Zubaidah Djohar

Loading...