Beranda Hukum Narkoba Konsumsi Narkoba, Oknum PNS Pemkot Bandarlampung Ditangkap Polisi

Konsumsi Narkoba, Oknum PNS Pemkot Bandarlampung Ditangkap Polisi

809
BERBAGI
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Shobarmen
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Shobarmen

Zainal Asikin |Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menggerebek sebuah rumah di Kompleks Beringin Raya Blok B3 N0. 3, Kemiling, pada Kamis 16 Agustus 2018 lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam penggrebekan tersebut, polisi menangkap AM (41 tahun), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah kota (Pemkota) Bandarlampung dan rekannya berinisial Umd (47) saat sedang pesta narkoba.

AM diketahui sebagai warga Jalan Haji Thobari, Kelurahan Jagabaya, Kemiling. Sedangkan Umd adalah warga Jalan Cabe Raya, Kompleks Beringin Raya, Kemiling.

Dari penangkapan keduanya, petugas menyita barang bukti narkotika satu butir pil ekstasi dan satu amplop daun ganja kering.

Penangkapan terhadap oknum PNS Pemkot Bandarlampung dan seorang rekannya tersebut yang sedang mengkonsumi narkotika, dibenarkan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes pol Shobarmen.

“Ya benar, oknum PNS tersebut ditangkap saat sedang menggunakan ekstasi bersama rekannya. Penangkapan keduanya, atas dasar laporan masyarakat yang resah adanya pelaku menggunakan narkoba di sebuah rumah di Komplek Beringin Raya Blok B3 N0. 3, Kemiling,”ujarnya, Rabu 29 Agustus 2018.

Kombes Pol Shobarmen mengutarakan, atas dasar laporan masyarakat itulah, langsung dilakukan penyelidikan ke tempat yang dimaksud. Ternyata benar, didapati adanya dua orang pelaku yang merupakan seorang oknum PNS Kota Bandarlampung bersama rekannya sedang mengkonsumsi barang harang (narkoba).

“Saat digrebek kedua pelaku terbukti sedang menggunakan ekstasi. Masing-masing pelaku, sudah menggunakan satu butir pil ekstasi. Tidak sampai disitu saja, petugas langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku Umadi dan ditemukan barang bukti satu butir pil ekstasi dan satu amplop berisi daun ganja kering,”ungkapnya.

Dari keterangan keduanya, kata mantan Kepala SPN Kemiling Polda Lampung ini, keduanya mengaku narkoba jenis ekstasi itu dibeli seharga Rp 300 ribu, barang haram itu didapatkan pelaku dari seorang pemasoknya (bandar) berinisial W. Sedangkan untuk daun ganja dibeli pelaku seharga Rp 500 ribu dari seorang bandarnya berinisial N.

“Kasusnya masih dikembangkan, untuk pelaku W dan N sebagai pemasok barang haram itu saat ini sedang dalam pencarian,”terangnya.

Loading...