Konsumsi Narkoba, Sopir Ekspedisi Dibekuk Polisi di Rumah Kontrakan

Bagikan/Suka/Tweet:

Zaenal Asiki/Teraslampung.com

Tersangka M. Rizal saat diperiksa di Mapolres Bandarlampung, Senin (23/6). Foto: Teraslampung/Zaenal Asikin.

BANDARLAMPUNG – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung menangkap seorang sopir ekspedisi antarprovinsi,  M. Rizal (30), warga Jl. Ikan Paus, Kelurahan Pesawahan, Telukbetung Selatan. Rizal ditangkap dirumah kontrakannya di Jl. Ahmad Dahlan Gg. Horas, Kelurahan Kupang Telukbetung Selatan, Minggu (23/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas menyita sebuah bong dan pipa kaca (pirek).

Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Sunaryoto, mengatakan tersangka Rizal diamankan untuk menindaklanjuti infomasi dari masyarakat terkait adanya sebuah kontrakan yang berada di Jl. Ahmad Dahlan Gang Horas, Kelurahan Kupang Telukbetung Selatan sering dijadikan tempat mengonsumsi sabu-sabu. Berdasarkan laporan tersebut, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan.

“Setelah  kami selidiki ternyata benar, kontrakan itu langsung kami gerebeg dan di dalam rumah itu terdapat tersangka Rizal. Saat itu tersangka usai menggunakan sabu-sabu, sebab didekatnya terdapat banyak sekali plastik sisa pakai sabu. Saat dalam penggeledahan, ditemukan seperangkat alat isap sabu (bong), dan dua buah pipa kaca (pirek). Tersangka bersama barang bukti langsung diamankan untuk dilakukan pengembangan, ” kata Sunaryoto, Senin (23/6).

Saat diperiksa tersangka mengakui bahwa dirinya sudah sering memakai narkotika jenis sabu sejak dua bulan lalu. Sabu-sabu didapat tersangka dengan cara membeli dari seorang rekannya berinisial ID, warga Panjang Bandarlampung kini masih buron (DPO). Barang haram itu dibeli tersangka seharga Rp300 ribu satu paket hemat sabu-sabu.

“Tersangka ID  sudah menjadi target kami. Namun,dia sangat licin dan selalu berhasil kabur terlebih dulu saat akan ditangkap,” kata dia.

M. Rizal akan dijerat dengan  Pasal yang disangkakan yakni pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.