Beranda Hukum Narkoba Konsumsi Sabu, Kepala Desa dan Honorer di Tanggamus Diringkus Polisi

Konsumsi Sabu, Kepala Desa dan Honorer di Tanggamus Diringkus Polisi

220
BERBAGI
Kapolsek Wonosobo Iptu Amin Rusbahadi menunjukkan barang bukti milik para terduga kasus sabu-sabu. (Foto: Polres Tanggamus)
Kapolsek Wonosobo Iptu Amin Rusbahadi menunjukkan barang bukti milik para terduga kasus sabu-sabu. (Foto: Polres Tanggamus)

TERASLAMPUNG.COM — Petugas Polsek Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, meringkus dua pria karena diduga sedang mengonsumsi sabu di Pekon (Desa) Soponyono, Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, Selasa malam, 20 Agustus 2019.

Dua pria itu adalah HR (46 tahun), Kepala Pekon Tulungsari, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS) Kabupaten Tanggamus, dan  (27) oknum Honorer Kecamatan BNS warga Pekon Gunuh Doh, Tanggamus.

Selain menahan dua pria tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain seperangkat alat hisap/bong, 1 bungku klip plastik bening ukuran kecil yang berisikan kristal putih diduga sabu, 1 bungkus klip plastik bening ukuran kecil bekas pakai, cottonbud, 1 buah Sendok yang terbuat dari pipet, 1 buah jarum, 1 buah kaca pirex, 1 gunting dan 2 korek api gas.

Kapolsek Wonosobo Polres Tanggamus Iptu Amin Rusbahadi mengungkapkan, kedua terduga diamankan berdasarkan penyelidikan informasi masyarakat adanya penyalahgunaan Narkoba.

“Berdasarkan penyelidikan informasi tersebut, Polsek Wonosobo mengamankan HR dan RY, dua terduga penyalahgunaan Sabu di salahsatu kontrakan di Pekon Soponyono, Wonosobo, Tanggamus,” ungkap Iptu Amin Rusbahadi dalam ekspos kasus di Mapolsek Wonosobo, Rabu (21/8/19).

Menurut Iptu Amin Rusbahadi, berdasarkan hasil pemeriksaan terduga HR merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga merupakan satu Pejabat Kepala Pekon/Desa di Kecamatan BNS, Kabupaten Tanggamus. Sedangkan RY adalah pegawai honorer di kantor Kecamatan BNS,” kata Iptu Amin Rusbahadi.

Ipda Amin mengatakan, sebelum penggerebegan para pelaku berempat sedang berpesta Sabu, namun pada saat penangkapan dua rekannya melarikan diri.

“Sebelumnya mereka berempat, namun hanya dua yang berhasil ditangkap, sementara 2 pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya melarikan diri, dan masih dalam pengejaran,” terangnya.

Berdasarkan keterangan terduga, mereka berpesta sabu sejak sore hari sekitar pukul 17.00 Wib, namun kami mendapatkan informasi masyarakat sekitar pukul 19.00.Wib. “Pengakuan para terduga, mereka telah memakai sabu sekitar pukul 17.00 Wib. Lalu pukul 19.00 kami mendapat informasi dan melakukan penyelidikan dan penangkapan,” ujarnya.

“Hasil pemeriksaan tes urine, keduanya positif mengonsumsi sabu. Para terduga dapat dijerat pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 ancaman minimal 4 tahun penjara,” katanya.

 

Loading...