Konsumsi Sabu, Tiga Napi Lapas Anak Kotabumi Diamankan Petugas

‎Pihak Lapas Anak Kelas IIA Kotabumi menunjukan barang bukti peralatan hisap sabu yang ditemukan di dalam lapas.
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Kelas IIA Kotabumi, Lampung Utara mengamankan tiga narapidana yang diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu di dalam Lapas, Rabu (18/1/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

‎Bersama ketiganya, petugas menemukan sejumlah barang bukti berpa dua peralatan isap sabu dan dua bungkus plastik sisa sabu, dan sejumlah charger ponsel. Barang – barang bukti itu ditemukan di belakang sel narapidana, ‎tepatnya di lokasi pertanian.

“Peralatan hisap sabu dan dua plastik pembungkus sabu dan charger ponsel kami temukan di lokasi bercocok tanam yang berada di belakang sel,” terang Kepala Keamanan Lapas, Wahyu M. Soleh, Kamis (18/1/2018).

Barang – barang bukti itu pertama kali ditemukan oleh Wahyu saat melakukan kontrol rutin pada area di dalam Lapas. ‎Saat itu, ia curiga melihat bungkusan yang tergeletak di sekitar area tersebut. Kecurigaannya kian terbukti manakala bungkusan itu dibuka ternyata di dalamnya ada sejumlah charger ponsel.

Ia pun kian terkejut saat memeriksa seluruh isi bungkusan ternyata di dalamnya terdapat satu peralatan hisap sabu, dan dua plastik pembungkus sabu. Mendapati barang – barang terlarang itu, ia lantas mencari tahu siapa pemiliknya. Singkat cerita, diketahuilah bahwa narapidana yang mengurusi lahan pertanian itu ditangani oleh tahanan pendamping yang bernama Helmi (35).

‎”Helmi langsung kami panggil, tapi ia mengakunya barang itu titipan dari narapidana yang bernama Toro,” jelasnya.

Namun, setelah Toro diperiksa, Toro mengaku bahwa barang itu merupakan titipan dari narapidana yang bernama Bagas. Ketiga narapidana ini merupakan narapidana yang dihukum karena terlibat kasus narkoba.

‎”Karena mereka saling lempar, kami langsung melakukan tes urine. Hasilnya, mereka positif mengonsumsi narkoba,” tegas dia.

Pihaknya sengaja tak melimpahkan ketiga narapidana ini ke pihak Polres lantaran tak ada barang bukti sabu yang tersisa dalam plastik pembungkus sabu. Yang ada hanya peralatan sbau dan plastik pembungkus sabu.

Ketiga narapidana ini langsung dijebloskan ke dalam sel isolasi yang dikhususkan bagi para narapidana yang melakukan pelanggaran berat. Luas sel sendiri ‎berukuran 1×2 meter. Mereka akan menjalani hukuman di dalam sel selama 12 hari ke depan.

‎”Kami akan terus intensifkan pemeriksaan dan menambah personil di dalam Lapas supaya hal ini tak lagi terulang di kemudian hari,” katanya.