X

Kontraktor Lokal Minta Pemkab Lampung Utara Perhatikan Nasib Mereka

eaby/Teraslampung.com

KOTABUMI–Para kontraktor yang menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Lampung Utara menuntut DPRD memperjuangkan aspirasi mereka agar dapat diberdayakan oleh Pemkab dalam proyek pembangunan tahun 2016.

Tuntutan ini disampaikan mereka dalam pertemuan dengan kalangan DPRD, Kamis (12/5) sekitar pukul 11:05 WIB. ‎Menurut mereka, Pemkab atau Dinas Pekerjaan Umum (PU) lebih memprioritas kontraktor dari luar ketimbang kontraktor lokal yang notabenenya putra daerah.

“Proyek di ‎Dinas PU tahun ini berjumlah sekitar 1.608 paket dengan total anggaran sekitar Rp360 miliar tapi kenapa banyak kontraktor lokal yang tak mendapat proyek,” tegas koordinator lapangan aksi unjuk rasa, Alian Arsil, di hadapan Ketua DPRD, Rahmat Hartono yang didampingi sejumlah koleganya seperti Wakil Ketua III, Arnol Alam, Ketua Komisi III, Nurdin Habim.

Menurut penilaiannya, kondisi ini secara jelas menggambarkan ketidakadilan dan kesewenang – wenangan yang dilak‎ukan para pejabat Pemkab khususnya Dinas PU kepada para kontraktor lokal. Jika terus dibiarkan maka efek domino dari kebijakan tersebut akan membuat Kabupaten yang berjuluk Ragem Tunas Lampung ini semakin sulit ke luar dari zona kemiskinan atau ketertinggalan.

‎”Kalau terus dibiarkan, Kabupaten ini bisa tambah miskin. Gimana tidak seperti itu, mereka (kontraktor luar,red) mengais rejeki di sini tapi membelanjakan uangnya di luar Lampung Utara,” sergahnya.

Edi Abizar, perwakilan demo, selain menyoroti ‎tidak terakomodirnya para kontraktor lokal, ia juga menyoroti sulitnya memasukkan berkas penawaran tender proyek pada Layanan Pengadaan Sistem Elektronik yang diduga akibat ulah para hacker (peretas komputer) yang sengaja diberdayakan.

“Kami minta DPRD menyurati Mabes Polri untuk mengatasi persoalan hacker yang membuat para rekanan susah memasukkan penawaran lelang,” pinta dia.

‎Menyikapi keluhan para kontraktor tersebut, Ketua DPRD, Rahmat Hartono mengaku siap menyampaikan seluruh aspirasi para kontraktor yang disampaikan dalam rapat kepada Bupati Agung Ilmu Mangkunegara. Para kontraktor ini hanya ingin menyambung hidup dan bukan mencari kekayaan.

“Secepatnya, akan kami sampaikan kepada pak Bupati. ‎Karena ini menyangkut kehidupan keluarga mereka,” papar politis asal PDIP ini.

Teras Lampung :Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya