Konvensi Partai Demokrat: Gita Berlumur Pujian di Koran Sendiri

Gita Wirjawan di lokasi Debat Konvensi Partai Demokrat di Medan. (Dok Jurnas)
Bagikan/Suka/Tweet:

Siti Qodratin Aulia|Teraslampung.com

JAKARTA–
Politikus yang memiliki perusahaan media tentu saja ‘enak-enak nikmat’. Sebab, sepak terjangnya bisa muncul di medianya tiap hari. Bahkan, opini bagus tentang si politikus pun bisa dibangun. Itulah yang juga berlaku bagi Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

Memulai terjun ke politik dengan maju sebagai peserta Konvensi Partai Demokrat, nama Gita selalu berkibar di koran miliknya, Jurnal Nasional atau Jurnas. Tidak ada hari tanpa berita Gita. Persis dengan media milik Surya Paloh dan Aburizal Bakri.

Opini bagus di korannya sendiri misalnya muncul di harian Jurnas (www.jurnas.com) pada Selasa lalu (21/1/2014). Suriyanto dan Jan Prince Permata, penulis dan penyunting berita tersebut, memasang judul berita dengan huruf besar “DEBAT KANDIDAT, BAHASAGITA LEBIH DIPAHAMI MASYARAKAT”.

Berita itu menceritakan kehebatan bahasa Gita dalam acara “Debat Bernegara Konvensi Partai Demokrat”, di Istana Maimun, Medan, Selasa (21/1/2014). Penulis berita membuat kesimpulan bahwa bahasa Gita lebih bisa dipahami berdasarkan hasil penilaian  seorang penjual asongan.

Entah jenis jualan apa yang diasong. Yang pasti penjual yang menjadi narasumber itu tampak cerdas.

Berikut tubuh berita koran Jurnas yang berlumur pujian untuk Gita Wirjawan:

Jurnas.com | MASYARAKAT menilai bahasa yang dipakai Gita Wirjawan dalam Debat Bernegara Konvensi Partai Demokrat kemarin (21/1) di Istana Maimun, Medan, lebih bisa dipahami. Gita juga dinilai lebih memahami subtansi debat dan permasalahan yang dihadapi negeri ini. Debat dipandu oleh Hinca Panjaitan. Politisi Demokrat ini juga bertindak sebagai panelis dalam debat yang dihadiri enam peserta konvensi itu.

Hinca memberi waktu enam kandidat itu masing-masing 3 menit unruk memaparkan konsep pembangunan ekonomi, tantangan ekonomi global, dan solusi ata persoalan kedaerahan di Sumatera Utara.

Soal ekonomi, Gita jelas menguasai. Mantan bankir, pengusaha, pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan sekarang dipercaya sebagai Menteri Perdagangan.

“Gita lebih gagasannya, juga cara menyampaikannya yang mudah dimengerti oleh kita”, kata seorang penjual asongan yang turut menyaksikan debat. Seorang petugas kepolisian juga menyatakan, gaya Gita menyampaikan menunjukan ia menguasai materi. “Gaya penyampaiannya memperlihatkan kecerdasannya”, kata petugas itu.

Sekretaris Jenderal Barisan Indonesia (Barindo) Fajar Riza Ul Haq yang turut hadir mendampingi Gita di Medan mengatakan, Gita percaya diri sepanjang debat. “Ia berhasil mencuri perhatian karena menguasai isu-isu yang disodorkan,” katanya.

Kepiawaian Gita mengartikulasikan jawaban-jawaban yang sistematis dan solutif dinilai Fajar, membuat perbedaan besar diantara peserta konvensi.

Misalnya soal konsep pemerintahan, Gita menyatakan, pemerintahan harus tetap dipenuhi semangat dari rakyat, untuk rakyat. Pemerintah yang selalu mendengar aspirasi rakyatnya. “Salah satu faktor yang harus tercipata dalam pertumbuhan ekonomi tersebut adalah pemberantasan korupsi,” kata Gita.

Sementara untuk persoalan kedaerahan seperti bencana erupsi Sinabung, Gita mengatakan, sudah saatnya dipikirkan upaya penanganan pasca bencana. Kehidupan korban yang saat ini ada di pengungsian harus dipikirkan pula saat mereka nantinya tak lagi di pengungsian usai bencana reda. Sebalumnya ia menerima aduan dari pengungsi di Masjid Agung Kabanjahe yang memintah pemerintah merelokasi lahan pertanian yang hancur karena hujan debu dari Sinabung.