Beranda Hukum Konvoi Kelulusan Pelajar SMA, Polisi Tilang Pelanggar Lalu Lintas

Konvoi Kelulusan Pelajar SMA, Polisi Tilang Pelanggar Lalu Lintas

670
BERBAGI

Syailendra Arif, Supriyanto, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com

ilustrasi Konvoi kelulusan SMA

Bandarlampung—Hari ini (20/5), pengumuman kelulusan SMA dan sederajat dilangsungkan serentak. Para pelajar di Kota Bandarlampung dan sekitarnya merayakan kelulusan menggunakan kenaraan roda dua. Mereka konvoi mengeliling kota.

Selasa siang hingga sore (20/5) ini memang menjadi puncak euforia pelajar dalam merayakan kelulusan sekolah. Arus lalu lintas kendaraan  di sejumlah jakan protokol Kota Bandarlampung   terlihat ramai diwarnai konvoi kendaraan roda dua para pelajar.

Konvoi kendaraan motor para pe;ajar SMA dan sederajat sudah tampak sejak Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Umumnya satu motor ditumpangi dua hingga tiga pelajar, dan tanpa menggunakan pengaman kelapa (helm).

Pakaian putih dan bawahan abu-abu sudah dipenuhi cat warna dan graffiti nama ataupun tanggal kelulusan. Bahkan, sejumlah pelajar mengecat rambutnya dengan warna merah atau cokelat. Di antara para pelajar layaknya ketua rombongan, memberi aba-aba pengendara lain agar membuka jalan bagi konvoi pelajar.

Sepanjang jalan Ratu Dibalau, Ki Maja, Sultan Agung, Arief Rahman Hakim, Antasari, sampai Jenderal Sudirman,Radin Inten, Kartini, dan kawasan Saburai Enggal dilalui para pelajar yang berkonvoi untuk merayakan kelulusan.

Aksi konvoi para pelajar merayakan kelulusan tersebut, cenderung melanggar tata tertib lalu lintas. Sedikitnya 20 pelajar ditilang aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kota Bandarlampung. Sebagian lainnya dihalau saat hendak memasuki kawasan Stadion Pahoman dan Saburai Enggal, Bandarlampung.

Mereka yang ditilang karena tidak taat pada peraturan lalulintas, seperti berbonceng tiga, tidak menggunakan helm, hingga sepeda motor yang tidak memiliki kelengkapan nomor kendaraan dansoion.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bandarlampung menjaga ketat sejumlah titik yang biasanya menjadi konsentrasi para pelajar merayakan kelulusan sekolah, seperti Stadion Pahoman dan Saburai Enggal, Bandarlampung. Di lokasi ini ratusan pelajar menggelar aksi coret seragam sekolah, setelah itu menggelar aksi konvoi di jalan raya.

Kanit  Satlantas Polresta Bandarlampung Iptu Budi Harji mengatakan, pihaknya meberikan sanksi tegas berupa tilang kepada pelajar yang melanggar peraturan lalu lintas.

Sementara dari Kotabumi, Lampung Utara, sekira 69 pelajar tidak lulus ujian nasional. Mereka gagal untuk mata pelajaran Matematika.

Ke-69 pelajar yang diyatakan tidak lulus itu berasal dari 17 sekolah tersebar di Lampung Utara. Tercatat paling banyak pelajar yang tidak lulus, adalah dari SMA Bhayangkari sebanyak 15 orang. Kemudian SMA Negeri Sungkai Utara (16 pelajar).

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Lampung Utara Tuty Rospasari mengatakan, pelajar yang tidak lulus ujian diberi kesempatan mengikuti Paket C atau tetap ujian pada tahun depan.

Sedangkan Lampung Tengah, tercatat sebanyak 21 pelajar SMA dan sederajat tidak lulus ujian nasional tahun 2014. Tahun ini tingkat kelulusan turun 25 persen dibandingkan tahun lalu.

Seperti juga di Bandarlampung, Lampung Selatan, Lampung Utara, kelulusan para siswa di Lampung tengah masih diwarnai aksi corat-coret pakaian dan konvoi berkendaraan motor.

Anggota Dinas Perhubungan sampai turun tangan untuk mengatur lalu lintas yang mengalami kemacetan karena jalanan dipadati pelajar yang konvoi.

Aksi para pelajar di jalan raya tersebut dinilai sangat mengganggu ketertiban. Selain tidak memakai helm, para pelajar mengendarai motor ugal-ugalan.

Salah serorang pengguna jalan mengaku kesal dengan ulah para pelajar yang konvoi tersebut. Mereka tak memberi pengendara lain melintas di dekatnya. “Hampir saja saya ditabrak karena dianggap tak memberi jalan mereka. Memangnya ini jalan pribadi, sehingga kami tak boleh liwat?” kata warga Bandar Jaya, Lampung Tengah.

Loading...