Beranda News Nasional Koordinator BEM SI: Pihak Istana Pembohong

Koordinator BEM SI: Pihak Istana Pembohong

237
BERBAGI
Demo BEM Seluruh Indonesia, di depan Istana Negara, 21 Mei 2015. (Ist)

JAKARTA, Teraslampung.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menuding pihak Istana Negara yang menemui mereka saat demo BEM SI, 21 Mei 2015, telah berbohong.

Dalam pertemuan itu, pihak Istana Negara yang diwakili Luhut Binsar Pandjaitant (Kepala Staf Kepresidenan), Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), Andi Widjayanto (Sekretaris Kabinet) Andrinof Chaniago (Menteri Bappenas), Teten Masduki (Staff Khusus Seskab) dan beberapa pejabat Istana bahwa Presiden Jokowi akan menerima mahasiswa dalam rangka pernyataan sikap Presiden Jokowi terhadap tuntutan mahasiswa pada senin, 25 Mei 2015 mendatang yang akan disiarkan secara langsung (live) di seluruh stasiun telivisi

“Ternyata yang disampaikan Kepala Staf Kepredenan itu adalah bohong. Pada Sabtu malam, 23 Mei 2015 tepat pukul 22.47, Staf Kepresidenan menghubungi Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia terkait pembatalan yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak bisa menemui BEM SI, Senin mendatang (25/5),” kata Koorditor BEM SI, Ahmad Khaerudin Syam, dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi teraslampung.com, Minggu (24/5).

Ahmad Khaerudin mengaku. informasi pembatalan itu juga diterima oleh rekan-rekan BEM SI di Universitas Gajah Mada (UGM) dari Teten Masduki (Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi) melalui pesan whatsapp yang berbunyi, “Info dari Pak Pratikno, menurut Pak Luhut barusan: Senin jadwal Presiden tidak memungkinkan menerima mahasiswa. So, mahasiswa akan diterima di waktu lain.”

Menurut Ahmad Khaerudin Syam. Kebohongan tersebut merupakan bentuk ketidakkonsistenan pemerintah dan bentuk pembohongan publik.

“Kami sungguh sangat kecewa. Kami mahasiswa Indonesia ingin menarik Bapak Presiden Jokowi ke ruang publik pada aksi 21 Mei 2015 bukan untuk minta makan siang, foto-foto atau yang lainnya,Namun,  ada hal substansial yang kami tuntut, yaitu terkait sikap Presiden terhadap kedua tuntutan kami. Yakni, pemerintah harus segera mencabut kebijakan harga BBM dari mekanisme pasar bebas dan kembalikan subsidi BBM serta mengambil alih 100 persen kekayaan dan aset Blok Mahkam dan Freeport. Apakah Presiden berani mengambil kebijakan yang sesuai keinginan masyarakat atau tidak?” ujar mahasiswa yang juga Presiden BEM Universitas Lampung itu.

Karena dibohongi pihak Istana, kata Ahmad, Aliansi BEM SI  menyatakan sikap bahwa  pihak Istana Negara adalah para pemhohong. Kedua, BEM SI akan mengumpulkan kekuatan massa yang lebih besar untuk terus berkonsolidasi, bergerak, mengkritik pemerintah, dan menekan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat.

“Ketiga, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, buruh, ormas dan lain sebagainya untuk menjadi oposisi pemerintah demi stabilisasi ekonomi, hukum, sosial, dan politik di Indonesia,” tandasnya.

Loading...