Koperasi Harus Menjadi Daya Dorong Pertumbuhan UMKM

  • Bagikan

Supriyanto/Teraslampung.com


Aneka ragam penganan ringan produksi UMKM Lampung Tengah. (Foto: Teraslampung.com/Supriyanto)

GUNUNGSUGIH-=Membangun usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai lembaga ekonomi rakyat, harus didukung dengan kemudahan mengakses permodalan oleh pelaku usaha. Koperasi sebagai lembaga ekonomi keuangan yang berasas gotongroyong, sangat tepat sebagai mitra UMKM.

div class="__mango" data-placement="5690">

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Lampung Tengah Syahriza, koperasi harus mampu menjadi daya dorong bagi pertumbuhan UMKM. Oleh karena itu Koperasi dan UKM harus mampu berjalan seiring untuk membangun ekonomi rakyat. Sebab, baik koperasi maupun UMKM sama-sama saling medukung pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan, tentunya harus dibangun sinergi yang kuat.

Bentuk sinergi yang terbangun adalah Koperasi akan memberikan pinjaman modal kepada palaku UMKM, diutamakan bagi pelaku usaha yang sudah menjadi binaan koperasi, atau sudah menjadi anggota koperasi, termasuk nasabah koperasi.

Selain itu, bentuk kerjasama lain adalah dalam kegiatan training kewirasusahaan, pengelola koperasi selalu di ikut sertakan. Karena tidak sedikit koperasi yang juga mempunyai kegiatan UMKM.

”Banyak pengelola koperasi yang minta agar pelatihan kewirausaaan khusus untuk pengurus koperasi, tapi sampai saat ini usulan itu belum bisa terlaksana, karena masalah anggaran,“kata Syahriza, Rabu(8/10).

Syahriza mengaku, untuk pengembangan UMKM agar naik kelas yang paling berat adalah pada pembinaan sumber daya manusianya, terutama dalam pengembangan SDM. Faktor yang bisa jadi penghambat peningkatan kualitas SDM diantaranya, pelaku usaha mikro kecil menengah belum berani menambil resiko yang lebih besar, mereka masih mempunyai resiko rendah.

Mereka juga belum mau menaikkan jumlah produksi, serta belum mau meningkatkan kualitas produk.

”Mereka biasanya berprinsif dengan produk yang sudah ada saja masih laku di pasaran, dengan produksi yang ada saja sudah bisa makan.,”katanya.

Maka, pembinaan yang dilakukan selain pengembangan SDM, juga memberi bantuan kemasan produk. Dia mencontohkan, di Pulau Jawa pelaku UMKM sudah berani menjual kemasan, sekalipun produknya kualitas cita rasanya tidak jauh berbeda dengan produksi pelaku usaha di Lampung.

Pelaku UMKM kita belum ada pemikiran kearah sana, sebab di ajak untuk mengurus tentang sertifikat halal dan sertifikat higynis produk makanan ke Dinas Kesehatan saja masih enggan.

”Kita senantiasa menyosialisasikan bahwa pembuatan datfar kesehatan produk ke dinas kesehatan gratis, tapi ya belum tumbuh kesadaran itu,”katanya.

Di antara produk unggulan UMKM Lampung Tengah saat ini antara lain Kopi Duren. Produk Kopi Duren ini benar-benar beraroma duren. Sentra pembuatannya ada di Kelurahan Bandarjaya Barat Lampung Tengah. Kopi Duren ini satu-satunya di Lampung. Pemasaran produk Kopi Duren ini sudah sampai ke Pulau Jawa. Usaha  Kopi Duren ini sekarang sudah menjadi binaan PTPNVII.

Setiap diikutkan dalam pameran,  pengunjung stand selalu ada pertanyaan mengapa dinamankan kopi duren. Karena kopi tersebut benar-benar memiliki aroma dan rasa duren.

”Tanggal 14 – 18 Agustus 2014 lalu, pelaku usaha Kopi Duren dibawa oleh Kementerian Perindustrian mengikuti pameran di Hongkong,”kata Syahriza di damping sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Timbul Riyanto.

Sayangnya kopi Duren tersebut belum memiliki hak paten, yang kemungkinan bisa di ambil orang hak intelektualnya, bila hak paten tidak segera diurus. ”Hak paten sepertinya sedang dalam proses pengurusan, sebab pengusahanya pernah menanyakan prosudur dan persyaratan mengurus hak paten,” kata Erwanto Kabid UMKM menambahkan.

Selain kopi duren,  usaha kecil yang juga menjadi unggulan adalah pengerajin tas. Sentra produksinya ada di Kampung Indraputra Subing. Tas hasil kerajinan tersebut di pasarkan ke sejumlah rumah sakit dan bidan praktek, untuk pengembangan usaha tas tersebut pengerajin telah mendapatkan bantuan modal usaha dari Askrindo.

Begitu juga produk andalan Kerajinan Sulam Usus Ridlo, juga telah mendapatkan pembinaan dan bantuan modal dari PT.Pertamina. Sedang PT Gas Negara tahun lalu telah mengucurkan bantuan modal sekitar Rp 300 juta kepada pengerajin keripik singkong, peternak dan budidaya ikan di Kecamatan Kotagajah.

Untuk mengakses permodalan dinas Koperasi dan UKM, hanya memfasilitasi dan membimbing dalam pembuatan proposal. Sebab dalam proposal untuk pengajuan bantuan harus ada neraca keuangan UMKM, karena kita tahu bahwa UMKM belum bisa membuat neraca keuangan.

“Jangankan neraca keuangan, pembukuan saja tidak sedikit UMKM itu yang belum punya. Maka pembinaan yang dilakukan dimulai dari mikro  sampai usaha menengah, meteri pembukuan selalu di ajarkan,”katanya.

Selain itu, di sejumlah pameran baik di daerah maupun skala nasional, senantiasa mengikutkan sejumlah UMKM yang punya potensi untuk berkembang dan diterima pasar. Dalam pameran itu biasanya ditampilkan produk yang menjadi unggulan Lamteng.

” Kami beberapa kali mengikuti pameran di Jawa karena tidak semua orang di jawa itu mengenal Lampung Tengah. Tidak sedikit orang di Jawa lebih mengenal Kota Metro dari pada Lampung Tengah,”katanya.

Menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Syahriza, menegaskan, pihaknya akan lebih dahulu fokus kepada penguatan kelembagaan Koperasi maupun UMKM,  di samping terus meningkatkan mutu terhadap produk yang sudah siap masuk pasar global tingkat ASEAN.

”Kita mendorong agar Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan kualitas, pasar bebas Asean tidak untuk ditakuti tapi menjadi tantangan peluang usaha,”katanya.

Sebelum benar-benar siap masuk pasar bebas Asean, manajemen koperasi dan UMKM terlebih dulu benahi sehingga akan mudah mengakses peluang, baik modal maupun pasar. Setidaknya ada beberapa koperasi dan UMKM yang bisa diunggulkan

”Buat apa kita bisa mengakses pasar tapi kekuatan kita tidak ada, artinya tidak kita masih lemah,”katanya.

Baca Juga: Membangun Koperasi dan UMKM, Kenali Dulu Persoalan Pokoknya

  • Bagikan