Beranda Views Kopi Pagi Kopi Pagi: Akademi Plato

Kopi Pagi: Akademi Plato

249
BERBAGI

Nusa Putra*

Plato adalah orang terkemuka, filsuf yang melahirkan banyak pemikiran besar dan membesarkan muridnya menjadi pemikir besar yang berpengaruh seperti Aristoteles. Plato bukan sekadar pelanjut gurunya Socrates. Ia mengembangkan pemikiran sendiri dan membangun institusi pendidikan dengan mendirikan Akademi Plato.

Akademi Plato adalah pusat pengkajian filsafat dan matematika. Diyakini sebagai perguruan tinggi paling tua di Eropa. Akademi Plato adalah pusat pendidikan yang sangat populer dan bergengsi pada zamannya. Aristoteles dua pulah tahun belajar di situ. Jika tidak pernah menjadi murid Plato, rasanya Aristoteles tak akan pernah kita kenal.

Bisa dipastikan pengaruh Akademi Plato, melalui pemikiran Plato dan Aristoteles, serta sejumlah filsuf yang pernah dibesarkan di situ, masih ada sampai kini. Pengaruh itu bukan saja muncul dalam diskusi dan debat tentang dan dalam filsafat. Juga dalam wacana ilmu, etika, moral, politik, bahkan agama.

Pemikiran dan filsafat Abad Pertengahan, Filsafat Islam, Renaisans dan modernitas mendapat pengaruh dari pemikiran-pemikiran Plato dan para muridnya yang merupakan alumni Akademi Plato. Plato dan Aristoteles, guru dan murid Akademi Plato sampai kini masih sangat sering dirujuk dalam berbagai bidang ilmu.

Karena kuat dan besarnya pengaruh Plato, Alferd North Whitehead seorang filsuf zaman moderen menegaskan bahwa sejarah seluruh filsafat Barat hanyalah catatan kaki atas pemikiran Plato. Plato dan akademinya sungguh luar biasa.

Sebagai filsuf, Plato memberikan sumbangan pemikiran dalam banyak bidang. Ia tidak hanya meneruskan pemikiran Socrates gurunya. Dia mengembangkan banyak pemikiran asli yang berasal dari dirinya sendiri.

Untuk menggambarkan pengaruhnya, Raphael Sanzio pelukis terkenal membuat lukisan berjudul Mazhab Athena. Dalam lukisan itu digambarkan semua filsuf zaman renaisans berkumpul di sekitar para filsuf dan ilmuwan Romawi dan Yunani kuno.

Berdiri di tengah para pemikir itu Plato dan Aristoteles sebagai pusat. Plato menunjuk ke atas, dan Aristoteles yang terlihat berbincang dengannya memegang buku etika dan menunjuk ke bawah. Lukisan yang dibuat tahun 1510 ini dengan tepat menggambarkan perbedaan pandangan antara guru dan murid yang sama-sama sangat berpengaruh itu.

Plato biasa disebut sebagai pemikir awal dan utama tentang pentingnya ide dan roh. Bertrand Russel menyebut bahwa banyak ajaran Kristen sejajar dengan pemikiran Plato tentang roh. Ide dalam pemikiran Plato tidak sama dan sebangun dengan ide yang kita pahami.

Plato percaya bahwa sebelum jatuh ke dunia ini, kita pernah mukim di dunia ideal, dunia ide, tentu dalam bentuk roh. Di dalam dunia ideal itu telah ditanamkam ke dalam fikiran kita segala hal. Jadi kursi yang kita lihat di dunia ini tidak lain adalah kursi yang telah kita lihat di dunia ideal. Tentu saja kursi di dunia ini tidaklah sempurna, hanya bayangan dari kursi di dunia ideal. Plato yakin ada ide-ide bawaan dalam fikiran semua manusia. Psikologi kognitif yang muncul sebagai bagian dari ilmu moderen melanjutkan gagasan Plato tentang ide-ide bawaan.

Konsekuensinya, Plato percaya bahwa kebenaran dan kepastian tidak dapat ditemudapatkan menggunakan indra. Indra itu penuh tipu daya. Coba masukkan pensil ke dalam gelas berisi air, pasti terlihat pensil itu bengkok, padahal sesungguhnya pensil itu tetap lurus. Itulah kelemahan indra. Plato percaya kepastian dan kebenaran hanya bisa didapatkan dengan perenungan menggunakan rasio atau akal fikiran. Tidak mengherankan bila dalam lukisan Mazhab Athena, Plato menunjuk ke atas, menunjuk dunia ide yang ideal.

Itulah sebabnya Plato sering disebut sebagai bapak rasionalisme kuno, sedangkan bapak rasionalisme moderen adalah Rene Descartes. Kita tahu, rasionalisme merupakan pandangan filsafat dan cara berfikir yang masih sangat berpengaruh dan bermanfaat sampai hari ini. Bukan saja dalam bidang ilmu, bahkan dalam semua bidang, termasuk pada kehidupan keseharian.

Cara fikir rasional yang menekankan pentingnya renungan filosofis mendalam dengan strategi dialog yang bersifat dialektis warisan Socrates guru Plato dipraktikkan dalam Akademi Plato. Renungan dan kajian filsafat ini dipadukan dengan analisis matematika yang ketat. Plato sangat percaya, matematika adalah sarana berfikir yang paling penting dan menentukan untuk memperoleh kebenaran dan kepastian.

Menariknya, dalam dunia moderen, pengetahuan diakui sebagai ilmu yang mantap dam moderen jika telah mampu memasukkan matematika ke dalamnya. Ilmu-ilmu sosial akhirnya mengikuti cara berfikir dan persyaratan ini. Matematika mendapat status sebagai ratu ilmu.

Ilmu pengetahuan moderen yang lahir melalui revolusi Kopernikus memang sangat mengandalkan matematika sebagai piranti utama untuk membuktikan kebenaran. Saat Kopernikus memindahkan matahari sebagai pusat menggantikan bulan, belum ada alat untuk memeriksa pendapatnya secara empiris. Namun, menggunakan kekuatan matematika, Kopernikus berhasil merubah pandangan yang telah berabad-abad dipercayai dan diikuti.

Newton melanjutkan cara kerja Kopernikus yang menempatkan matematika sebagai basis utama pembuktian kebenaran keilmuan. Selanjutnya matematika merambah ke kimia dan ilmu-ilmu sosial. Komputer dan dunia digital yang menguasai kita sekarang ini juga berbasis matematika.

Plato dan Akademi Plato tampaknya berhasil menyebarluaskan pentingnya rasio dan matematika. Sampai kini keduanya masih menjadi basis perkembangan ilmu, masyarakat dan peradaban. Apa yang ditunjukkan Plato dan Akademi Plato adalah

PENDIDIKAN BERMUTU BUKAN SAJA MAMPU MELAHIRKAN PERUBAHAN, JUGA MEMILIKI PENGARUH JANGKA PANJANG.

* Nusa Putra adalah dosen UNJ. Alumni UNJ dan STF Driyarkara Jakarta. Banyak menulis buku tentang pendidikan, metodologi penelitian, dan filsafat

Loading...