Beranda News Internasional Korban Meninggal di China karena Virus Corona Jadi 106 Orang

Korban Meninggal di China karena Virus Corona Jadi 106 Orang

219
BERBAGI
Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi Wuhan, Senin (27/1/2020). Foto: gov.cn
Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi Wuhan, Senin (27/1/2020). Foto: gov.cn

TERASLAMPUNG.COM —  Jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona di Wuhan,  Provinsi Hubei, China, bertambah menjadi 106 orang. Sedangkan 4.000 orang lainnya diduga kuat sudah terinfeksi virus corona.

BACA: Sup Kelelawar, Virus Corona

Horor virus yang belum ada obatnya itu tidak hanya membuat kecemasan warga China. Sejumlah negara juga cemas dan melakukan antisipasi agar virus corona tidak masuk ke negara mereka. Salah satunya adalah menutup jalur penerbangan dari dan ke Wuhan.

Di China sendiri, pemerintah makin memperketat perjalanan warganya agar penyebaran virus mematikan itu penyebarannya semakin luas.

Jumlah mereka yang terinfeksi secara internasional juga meningkat dengan kasus baru di Singapura dan Jerman.

Hingga Selasa (28/1/2020) dilaporkan belum ada korban meninggal akibat virus corona di luar China. Namun, itu tidak membuat banyak negara menjadi tenang mengingat banyak juga warga China yang suspect virus corona dalam proses dirawat di luar China.

Di Indonesia, misalnya, warga negara China suspect virus corona dirawat di rumah sakit di Sorong (Papua Barat), Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

Dilaporkan BBC, secara keseluruhan jumlah pasien yang dipastikan terjangkit virus corona mencapai 2.744 orang. Media pemerintah mengatakan lebih dari 300 di antara mereka sakit kritis.

Kota Wuhan di Provinsi Hubei, yang merupakan sumber penyebaran virus, kini dinyatakan tertutup dan sejumlah kota menerapkan larangan perjalanan.

Lebih dari setengah juta staf medis telah dikerahkan untuk upaya pencegahan, pengendalian, serta operasi perawatan di Hubei.

Hingga Selasa para siswa di Wuhan masih menjalani libur Tahun Baru Imlek. Kementerian Pendidikan China tidak memberikan tanggal pasti kapan kegiatan belajar dilanjutkan.

Administrator sekolah diperintahkan meminta siswa untuk tidak keluar, tidak berkumpul, dan tidak memegang atau berpartisipasi dalam kegiatan apa pun.

Pihak berwenang juga memutuskan memperpanjang libur Tahun Baru Imlek, yang semula akan berakhir pada 30 Januari, selama tiga hari. Hal ini untuk membatasi arus populasi dan mengendalikan epidemi.

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaSBY Minta Jokowi Dukung Pembentukan Pansus Jiwasraya
Artikel berikutnyaDari Sukau, Bapak Ini Kecelakaan di Sukarami Lampung Barat
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya