Beranda Teras Berita Bentrok Tanjungbintang: Korban Pembacokan Sudah Membaik

Bentrok Tanjungbintang: Korban Pembacokan Sudah Membaik

980
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Moniko alias Nikko (14) korban pembacokan hingga ususnya terburai yang dilakukan oleh Rangga (19), Rabu malam (30/7) lalu, kondisinya sudah membaik. Luka robek pada bagian perut Nikko karena sabetan senjata tajam sudah dijahit. Ada 15 jahitan yang harus diterima oleh pelajar kelas III SMP itu. (Baca: Hari Ketiga Lebaran, Warga Dua Dusun di Tanjungbintang Bentrok)

Anggota tim spesialis bedah RS Immanuel Bandarlampung, dr. Dono,mengatakan Nikko sudah diperbolehkan pulang sejak Jumat sore (1/8).

”Luka robek pada bagian perut dan jahitannya sudah kering dan sudah bisa dibawa pulang hari ini (kemarin),” kata dr. Dono saat ditemui teraslampung.com saat sedang  memberikan pemeriksaan terhadap Nikko, Jumat (1/8).

Dia menuturkan,  sebelum pulang, suster sudah menggantikan perban kain pembalut luka jahitnnya Nikko untuk diganti dengan perban plastik, ini gunanya agar saat mandi luka pada jahitan tersebut tidak terkena air. Mengenai makanan tidak ada pantangan dalam makanan apapun hanya saja tetap melakukan kontrol dalam pola makannya.

“Selain itu juga Nikko untuk aktif dalam bergerak agar tidak terlalu kaku. Namun, dia juga menyarankan jangan juga sampai proaktif dalam bergerak ditakutkan luka bekas jaitannya akan robek berdarah lagi,” tutur dr. Dono.

Sementara ayah korban, Parno mengatakan, dana yang dikeluarkan untuk biaya oprasi anaknya Nikko sebesar Rp 7,5 juta , dua kantong darah 720 ribu dan obat-obatan antititanus sebesar 270 ribu. Biaya rawat Nikko akan ditanngung oleh kerabat pelaku yang merupakan anggota DPRD dari Partai PDIP, Nanang Ermanto.

”Saya baru membayar dua kantong darah dan obat-obatannya saja, sedangkan untuk biaya oprasinya belum saya bayar,” ungkap Parno kepada teraslampung.com, Jumat (1/8).

Parno mengharapkan kejadian tersebut tidak terjadi lagi. Menurut Parno, konflik sering terjadi antara Warga Dusun VB Nagaria warga  Dusun II A Prapatan, Desa Way Galih, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan.

Dua tahun lalu, menurut Parno, terjadi pembakaran sejumlah rumah di dusunnya. Konflik-konflik masa lalu itu  masih menimbulkan rasa dendam dan mengakibatkan warga yang tidak tahu apa-apa bisa menjadi korban.

”Ya ini korbannya anak saya sendiri, yang dia gak tahu apa-apa, anak saya hanya menjadi korban,” kata dia.

Parno menjelaskan, kejadian pembacokan yang terjadi pada Rabu malam (30/8) lalu berawal dari datangnya sekawanan pemuda warga dusun II A prapatan dengan membawa parang dan mengendarai motor menghampiri nikko disekitar rumahnya dengan mengenakan cadar hitam. Kemudian pembacokan menggunakan parang tersebut ke perut sebelah kiri hingga ke bagian pusar Nikko dan menyebabkan terlihat ususnya tergurai.

“Dalam kondisi terluka terkena tusukan Nikko masih sempat lari masuk kedalam rumah dan mengadukan kepada dirinya. ”Pak, aku dibacok Rangga,” melihat kondisi anaknya yang demikian, ia langsung membawa anaknya kerumah sakit Imanuel untuk mendapatkan pertolongan,” tutur Parno.

Berdasarkan penuturan Parno, tidak ada masalah apa pun antara  Nikko dengan Rangga. Namun, entah apa sebabnya, tiba-tiba Rangga membacok Nikko. Pembacokan itulah yang menyulut terjadinya bentrok antar warga dari dusun VB Nagaria dengan Dusun II A Prapatan pada Rabu malam lalu (30/7).

”Secara kekeluargaan, ya monggo kalau pihak keluarga pelaku mau bersilaturahim ke rumah.  Saya menerima dan memaafkan. Namun, kalau hukum tetap harus ditegakkan dan dijalankan, agar  bisa memberikan efek jera kepada pelaku dan menjadi contoh bagi yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama di kemudian hari,” kata Parno.