Korban Pemerkosaan di Lamsel Disebut Dikeluarkan dari Sekolah, Ini Bantahan Wali Kelas

  • Bagikan
Ilustrasi pemerkosaan. Sumber: tempo.co

TERASLAMPUNG.COM — Bantahan dilakukan  pihak sekolah tempat korban perkosaan berinisial Mawar (bukan nama sebenarnya) belajar, Kamis (25/11/2021). US, ayah kandung anak berusia 12 tahun dan masih duduk di bangku kelas 6 sebuah madrasah di Lampung Selatan sebelumnya mengaku bahwa Mawar dikeluarkan dari sekolah setelah ia menjadi korban perkosaan tiga pria dewasa. Namun, hal itu dibantah pihak sekolah.

BACA: Siswa Kelas 6 SD di Lampung Selatan Diperkosa Tiga Pria, Pelaku Minta Damai

Ms, wali kelas Mawar,  saat ditemui teraslampung.com di ruangan kantor sekolah, mengungkapkan pihaknya tidak memberhentikan atau mengeluarkan Mawar dari sekolah. Menurut Ms, yang terjadi justru selama duduk di bangku kelas 6 Mawar tidak pernah masuk sekolah sama sekali.

“Hanya sekali saja masuk sekolah. Saya sendiri yang datang ke rumahnya, tapi tidak pernah ketemu. Saya ke rumahnya  karena ia sudah kelas 6. Sekolah ini juga kan ada aturannya,” kata Ms.

Kalau tidak kondisi pandemi Covid-19 dan kegiatan sekolah tatap muka aktif, kata Marsiyem, tiga kali alpa dalam satu bulan itu sudah ada sanksinya. Sementara ini, pihak sekolah melakukan kegiatan belajar tatap muka seminggu sekali dan selama lima bulan ini tidak ada apa-apa.

“Seminggu sekali kami belajar tatap muka. Dia (Mawar) tetap tidak berangkat. Kan sayang kalau tidak berangkat sekolah,”kata dia.

“Yang jelas, pihak sekolah tidak mengeluarkan Mawar dari Sekolah. Tapi kalau sudah semester nanti tidak masuk juga, kami tidak bisa mengudatenya lagi,” Ms menambahkan.

Zainal Asikin

 

  • Bagikan