Korban Tewas karena Banjir Bandang di Batu – Malang 7 Orang, Semua Pengungsi Sudah Pulang

  • Bagikan
Akses jalan yang terputus akibat banjir bandang di Desa Bulu Kerto, Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (7/11). (Komunikasi Kebencanaan BNPB/M. Arfari Dwiatmodjo

TERASLAMPUNG.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) merilis, jumlah korban meninggal akibat banjir di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, sebanyak 7 orang. Sementara itu, pada Sabtu dan Minggu (7/11/2021), semua pengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing.

Menurut BPBD Kota Batu, lima  warga yang sempat mengungsi di Gedung Kesenian Bulukerto juga  telah kembali ke rumah.Artinya, hingga Minggu tidak ada lagi korban banjir yang mengungsi.

Selain itu, beberapa ruas jalan yang sempat tertutup lumpur dan terputus sudah bisa kembali dilalui.

Sebelumnya dilaporkan bahwa banjir bandang telah berdampak pada 89 KK. Sementara itu, kerugian materil yang tercatat meliputi 35 unit rumah rusak, 33 unit rumah terendam lumpur, 73 unit sepeda motor rusak, 7 unit mobil rusak, 107 hewan ternak hanyut dan 10 kandang ternak rusak berat.

Sebagai upaya percepatan penanganan banjir bandang pemerintah Kota Batu telah menetapkan masa tanggap darurat melalui SK No. 188.45/341/KEP/422.012/2021 selama 14 hari terhitung tanggal 4-17 November 2021. Selain itu, Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) juga segera disusun dan Wakil Wali Kota Batu ditunjuk untuk memimpin penanganan darurat bencana banjir bandang Kota Batu.

Bantuan berupa logistik dan peralatan penanganan darurat telah didistribusikan dan terus berdatangan baik dari BNPB, BPBD, instansi terkait, dunia usaha, dan badan relawan lainnya.

Selain memberikan bantuan logistik dan peralatan, BNPB juga telah memberikan beberapa rekomendasi penanganan pasca banjir bandang. Diperlukan adanya giat susur sungai oleh instansi yang berpenalaman seperti TNI Polri dan Basarnas guna melihat di mana saja titik-titik potensi sumbatan atau bendung alam di wilayah hulu. Susur sungai juga diikuti dengan pembersihan sisa-sisa pohon tumbang di wilayah hulu.

BNPB juga merekomendasikan agar wilayah lereng tebing atau kawasan kebun semusim lainnya ditanami dengan jenis vegetasi yang keras dan berakar kuatseperti vetiver, sukun, dan tanaman akar kuat lainnya. Vegetasi akar kuat tersebut dapat mengikat tanah dan mencegah terjadinya longsoran.

  • Bagikan