Beranda Hukum Korupsi Dinasti Banten: Belasan Kendaraan Mewah Kembali Disita KPK

Korupsi Dinasti Banten: Belasan Kendaraan Mewah Kembali Disita KPK

14
BERBAGI
Mobil mewah koleksi TB Chaeri Wardana alias Wawan

JAKARTA, teraslampung.com–Komisi Pemberantasan Korupsi malam ini menyita 14 kendaraan bermotor terkait kasus pencucian uang Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Atut Chosiyah dan suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani, Senin (27/1).

Juru bicara KPK, Johan Budi SP, mengatakan beberapa di antara 13 mobil dan satu motor Harley Davidson itu disita dari rumah Wawan di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Johan Budi, KPK juga menyita dokumen terkait kepemilikan mobil-mobil itu. Namun, Johan mengaku tak tahu apakah semua kendaraan bermotor itu tercatat atas Wawan atau bukan.

“Penyidik mungkin masih ajan menyita aset Wawan yang lainnya,” kata dia.

Sekitar pukul 21.45, tiga mobil yang telah tiba di KPK. Masing-masing Nissan G-TR warna putih berpelat nomor B 888 GAW, Land Cruiser hitam berpelat B 888 TCW, dan sedan hitam Lexus berpelat B 888 ARD. ARD adalah nama inisial Airin (suami Wawan). Selain itu ada juga Harley Davidson berwarna perak nopol B 3484 NWW. Ketiganya disita dari rumah Wawan di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan.

Beberapa mobil yang menyusul adalah dua Mitsubishi Pajero, satu BMW, satu Honda Freed, tiga Toyota Kijang Innova, satu Toyota Avanza, satu Ford Fiesta, dan satu Toyota Fortuner. Ia belum tahu dari lokasi penggeledahan mana saja kesepuluh mobil itu berasal.

Penyidik KPK menyatakan telah menemukan ratusan harta bergerak maupun tidak bergerak milik tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Senin 27 Januari 2014. Harta tersebut tersebar di beberapa daerah di Indonesia, seperti Bali, Banten, Jakarta dan Jawa Barat.

“Sampai sekarang belum ada info penyitaan dari penyidik KPK. Penyidik sampai hari ini masih terus melakukan aset tracking,” kata Johan Budi.

Wawan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh KPK. Di antaranya dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Lebak, Banten, dugaan korupsi Alkes Tangerang Selatan dan Banten, serta dugaan tindak pidana pencucian uang.