Beranda Hukum Korupsi Korupsi Dana Desa, Kaur Pembanguan Pekon Parerejo Ditahan Kejari Tanggamus

Korupsi Dana Desa, Kaur Pembanguan Pekon Parerejo Ditahan Kejari Tanggamus

,Kepala Pekon Parerejo Berstatus Buron

457
BERBAGI
Tersangka AM saat akan digelandang ke dalam mobil tahanan dengan pengawalan penyidik, usai menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Pidsus Kejari Pringsewu. Selanjutnya, AM dititipkan ke rumah tahanan (Rutan) Kota Agung, Tanggamus.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

PRINGSEWU-Diduga telah merugikan negara sebesar Rp 200 juta, Kepala Urusan (Kaur) Pembanguan Pekon Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu berinisial AM ditahan Kejaksan Negeri (Kejari) Pringsewu, Rabu (14/2/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. Sementara Kepala Pekon (Kakon) berinisial MUS, melarikan diri dan ditetapkan sebagai buronan (DPO).

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com, usai menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pringsewu, AM digelandang ke dalam mobil tahanan dengan pengawalan penyidik Kejari Pringsewu. Selanjutnya, AM dititpkan ke rumah tahanan (Rutan) Kota Agung, Tanggamus.

Selain AM, diruang Kasi Pidsus penyidik juga melakukan pemeriksaan intensif terhadap juru tulis dan bendahara Pekon Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kejaksaan negeri (Kejari) Pringsewu, Asep Sontani saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan hal tersebut, ia mengatakan, tersangka AM diindikasi terlibat korupsi Dana Alokasi Pekon (DAP) tahun 2016 senilai Rp 351 juta dan Dana Desa (DD) sebesar Rp 361 juta, dengan nilai total sebesar Rp 981 juta. Pihaknya mulai melakukan penyidikan perkara tersebut, pada Juli 2017.

“Dalam perkara tersebut, kerugian negara kurang lebih mencapai Rp 200 juta. Usai menjalani pemeriksaan, AM langsung kami tahan,”ujarnya kepada teraslampung.com, Rabu (14/2/2018).

Menurutnya, Kejaksaan akan menahan AM selama 20 hari kedepan di Rutan Kota Agung, Tanggamus. Sementara untuk tersangka lain, saat ini masih dalam penyidikan dan menunggu hasil penghitungan kerugian dari BPKP.

Asep mengutarakan, indikasi adanya korupsi yang dilakukan oleh AM bersama Kepala Pekon (Kakon) berinisial MUS tersebut, karena dalam perencanaan dan penyusunan anggaran (RAP) terjadi mark-up harga dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Selain itu juga, laporan pertanggungjawaban yang dibuat fiktif.

“Oleh karena itu, tim penyidik Kejari Pringsewu menetapkan AM dan MUS selaku Kepala Pekon sebagai tersangka. Dalam perkara tersebut aktor utamanya adalah tersangka MUS, dan tersangka sudah kami tetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO),”terangnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kejati Lampung dan Jajaran Kejari serta aparat kepolisian, untuk menangkap Kepala Pekon yang buron terserbut.

Loading...