Beranda Teras Berita Korupsi Dana Retribusi PKB dan BBNKB, Bendahara Dispenda Lampung Segera Diperiksa

Korupsi Dana Retribusi PKB dan BBNKB, Bendahara Dispenda Lampung Segera Diperiksa

286
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Karyadi (menutup wajah), pegawai Samsat Kalianda, saat hendak dibawa ke Lapas Wau Hui, 25 Juni 2015 lalu,

BANDARLAMPUNG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terus mendalami perkara dugaan korupsi penggelapan retribusi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor(BBNKB) di samsat Kalianda, Lampung Selatan tahun 2012-2013 sebesar Rp 440 juta yang menyeret Karyadi, pegawai Dispenda Kalianda.

Jika sebelumnya, penyidik Kejati telah memeriksa tiga orang saksi dari Samsat Kalianda. Kali ini Kejati akan memeriksa bendahara pada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Lampung. Namun, belum diketahui secara pasti kapan pemeriksaan tersebut akan dilakukan.

“Rencana pemeriksaannya masih kami jadwalkan, dan kapasitasnya sebagai saksi,” kata Kasi Penkum Kejati Lampung, Yadi Rachmat, Kamis (30/7). (Baca:Diduga Korupsi Dana Retribusi, Pegawai Samsat Kalianda Ditahan di Lapas Way Huwi).

Yadi mengutarakan, pemeriksaan terhadap bendahara Dispenda Lampung, yakni untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan terhadap tersangka Karyadi yang sudah dilakukan penahanan sebelumnya.

“Namun, jika nanti dalam pemeriksaan tersebut ditemukan bukti baru. Menurut Yadi, tidak menutup kemungkinan tersangka bisa saja bakal bertambah. Pemeriksaannya, untuk melengkapi berkas saja. Yang jelas kita tunggu saja nanti, hasil pemeriksaannya seperti apa karena penyidik masih
menjadwalkan kapan pemeriksaannya,” terangnya.

Diketahui, pada Rabu (8/7) lalu penyidik sudah memeriksa tiga orang saksi. Yakni Kaur penetapan samsat Kalianda, Hasimi dan dua orang Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di samsat Kalianda bernama Ardi Setiawan dan Suryadi.

Sebelumnya, kuasa hukum Karyadi, Sopian Sitepu mengatakan, kliennya bukanlah pelaku tunggal atau pelaku utama dalam kasus retribusi pajak tersebut. Dengan demikian, kata Sopian, penyidik tidak membebankan sepenuhnya pertanggungjawaban pidana kepada kliennya.

“Klien saya bukanlah satu-satunya yang harus bertanggung jawab dalam perkara itu, dan kliennya bukanlah pelaku utama. Dia (Karyadi) hanyalah seorang pegawai,” kata dia.

Kejati Lampung menahan Karyadi yang sekarang bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perindustrian Lampung. Mantan petugas kutipan pajak Samsat, Kalianda ini, ditahan setelah dijemput paksa dirumahnya oleh tim penyidik karena mangkir tiga kali dari panggilan.