Beranda Hukum Korupsi Korupsi PLTU Sebalang: Novum Wendy Melfa Ditolak

Korupsi PLTU Sebalang: Novum Wendy Melfa Ditolak

775
BERBAGI
PLTU Sebalang, Lampung Selatan. (Foto: Teraslampung.com/Oyos Saroso HN)

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Jaksa menolak bukti baru (novum) yang diajukan pemohon mantan Bupati Lampung Selatan, Wendy Melfa terkait perkara korupsi tanah dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang, Lampung Selatan. Dalam pengajuan novum di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (8/9) tersebut, jaksa menilai novum yang diajukan pemohon tidak ada keterkaitannya sebagai dasar untuk tim penaksir harga tanah dalam pembangunan PLTU tersebut.

“Dalam pengadaan tanah untuk pembangunan PLTU sudah didasarkan SK Bupati (28/6/2007),” kata Deddy Rasid, Senin (8/9).

Jaksa berpendapat, novum yang diajukan terpidana untuk mendapatkan putusan bebas dan lepas dari segala tuntutan Jaksa itu bukan merupakan novum dalam keadaan baru, sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 ayat (2) huruf KUHAP.

“Novum yang diajukan terpidana (Wendy Melfa) berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Lampung Selatan (31/6/2006) menyatakan, dalam rangka untuk pengadaan tanah untuk tempat pembuangan sampah dan pembangunan rumah dinas anggota DPRD Kabupaten Lamsel tahun 2006 diperlukan tim penilai harga tanah. Dan hal tersebut bukan untuk pembangunan PLTU dan novum tersebut dinyatakan tidak tepat dan salah,” jelas Deddy Rasid.

Sebelumnya, penasehat hukum mantan Bupati Lampung Selatan itu, Rozali Umar, mengatakan PK itu diajukan karena pihaknya menemukan bukti-baru (novum) terkait pengadaan tanah seluas 66 hektare tersebut. Sebelumnya, Wendy menjadi Ketua Pantia Pengadaan Tanah (P2T) pada tahun 2007, ternyata sudah ada pembentukan tim penaksir harga tanah pada tahun 2006 yang disahkan dalam surat keputusan bernomor 190/Tapem/HK-LS/2006 tanggal 31 Juli 2006.

Dalam persidangan jaksa mengajukan bukti SK pembentukan Tim Penaksir Harga yang berbeda yakni nomor 291/Tapem/HK-LS/2007 tanggal 28 Juni 2007 dan berita acara kajian tim penaksir tanggal 2 April 2007.