Beranda Teras Berita Korupsi Proyek Jalinpantim, Pemeriksaan Kadis Bina Marga Tunggu Putusan Inkrah

Korupsi Proyek Jalinpantim, Pemeriksaan Kadis Bina Marga Tunggu Putusan Inkrah

261
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com 


BANDARLAMPUNG – Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Lampung, Agus Salim, menegaskan  pemeriksaan terhadap mantan Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Propinsi Lampung, Arief Hidayat, terkait dugaan keterlibatan kasus korupsi Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) tahun 2008-2009 senilai Rp25 miliar masih menunggu putusan inkrah terhadap ketiga terdakwa M.Nasir, Yusman, dan Haryono.

Sebelumnya, ketiga terdakwa menyatakan banding setelah divonis empat tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan korupsi bersama-sama.

 “Memang dalam persidangan di PN Tipikor Tanjugkarang, hakim memerintahkan untuk memeriksa Arief, tapi kita tidak bisa begitu saja melakukan itu, karena ketiga terdakwa kasus Jalinpantim masih dalam  proses banding,” kata Agus Salim kepada wartawan, Senin (11/8).

Menurut Agus, Kejati akan melakukan evaluasi jika dalam putusan (inkrah) tersebut menyebutkan adanya keterlibatan Arief. “Ya, kalau memang dalam putusannya begitu, maka akan kami evaluasi lagi dan akan saya kaji lagi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara tersebut,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan keluarga salah satu terdakwa M.Nasir, Zainal Abidin, meminta Kejati Lampung untuk memeriksa mantan Kepala Dinas Bina Marga, Arif Hidayat, karena diduga kuat terlibat dalam kasus tersebut. Dugaan itu, menurut Zainal Abidin,  berdasarkan hasil pemeriksaan di persidangan PN Tipikor Tanjungkarang.

“Berdasarkan salinan putusan pengadilan yang terima, Majelis Hakim memerintahkan agar JPU memeriksa beberapa pihak yang paling bertanggung jawab atas perkara tersebut,” kata Zainal Abidin.

M Natsir (Kepala TU Dinas Bina Marga Lampung), Yusman (Administrasi Teknik), dan Haryono (Bendahara Pengeluaran) divonis empat tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan korupsi bersama-sama dalam proyek Jalinpantim.

Loading...